Pernah bingung gimana cara bedain jurnal nasional dan internasional? Atau kamu lagi mempertimbangkan mau kirim artikel ilmiah ke mana? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan mahasiswa, terutama saat skripsi atau tugas akhir mulai memasuki tahap publikasi.
Apa Itu Jurnal Nasional?

Jurnal nasional adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan di Indonesia, memiliki ISSN, dikelola oleh lembaga akademik atau profesi, serta memenuhi syarat akreditasi yang ditetapkan pemerintah melalui Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018. Sesuai namanya, jurnal ini memiliki cakupan publikasi di dalam negeri saja.
Bahasa yang digunakan umumnya Bahasa Indonesia. Tim editor dan reviewer mayoritas berasal dari dalam negeri, dan indeksasinya menggunakan database nasional seperti Sinta atau Portal Garuda.
Di Indonesia sendiri, kualitas jurnal nasional diukur melalui peringkat Sinta 1 sampai 4, semakin kecil angkanya, semakin tinggi reputasinya.
Apa Itu Jurnal Internasional?

Sebaliknya, jurnal internasional adalah publikasi ilmiah yang jangkauannya bersifat global. Diterbitkan oleh penerbit luar (bukan dalam negeri), menggunakan bahasa resmi PBB (umumnya American English), serta melibatkan penulis dan reviewer dari berbagai negara.
Jurnal internasional terindeks di database bereputasi seperti Scopus, Web of Science, atau PubMed. Proses peer review-nya lebih ketat dengan tingkat seleksi yang tinggi, makanya nggak heran kalau proses review bisa memakan waktu 3 sampai 12 bulan.
Perbedaan Utama dalam Sekilas
Supaya makin jelas, berikut perbedaan jurnal nasional dan internasional berdasarkan beberapa aspek penting:
1. Bahasa yang Digunakan
Jurnal nasional umumnya menggunakan Bahasa Indonesia, sedangkan jurnal internasional wajib menggunakan bahasa Inggris atau bahasa resmi PBB lainnya. Meski ada jurnal nasional yang menerima artikel berbahasa Inggris, itu bukan satu-satunya penentu.
2. Cakupan Wilayah
Jurnal nasional berfokus pada isu lokal dan berdampak di dalam negeri. Sementara itu, jurnal internasional memiliki cakupan global dan relevan untuk khalayak lintas negara.
3. Indeksasi
Di Indonesia, jurnal nasional biasanya terindeks di Sinta (Science and Technology Index) atau Portal Garuda. Sedangkan jurnal internasional bereputasi terindeks di database global seperti Scopus, Web of Science, atau PubMed.
4. Editor
Tim editor dan reviewer jurnal nasional mayoritas berasal dari Indonesia. Sebaliknya, jurnal internasional melibatkan akademisi dari berbagai negara sehingga wawasannya lebih beragam.
5. Proses Review
Proses review di jurnal nasional cenderung lebih cepat, bisa hitungan minggu. Sedangkan di jurnal internasional, prosesnya lebih panjang dan ketat bahkan bisa makan waktu 3 hingga 12 bulan.
6. Biaya Publikasi
Biaya publikasi di jurnal nasional relatif terjangkau atau bahkan ada yang free. Untuk jurnal internasional, biayanya bervariasi dan rata-rata menguras kantong, tergantung kebijakan penerbit.
Mana yang Harus Dipilih?
Semuanya tergantung tujuan kamu. Kalau penelitian kamu mostly bahas isu lokal, misalnya tentang kebijakan pendidikan di Indonesia atau potensi ekonomi di daerah tertentu, jurnal nasional adalah pilihan yang tepat. Artikel kamu bakal lebih mudah diakses dan diapresiasi oleh akademisi di dalam negeri.
Tapi kalau risetmu punya dampak global, misalnya menemukan algoritma baru atau menguji teori yang relevan secara universal, of course jurnal internasional lebih worth it. Publikasi di jurnal internasional bisa meningkatkan visibilitas dan kredibilitas penelitian kamu, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Oke banget kan?
Perlu diingat
Nggak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Semua bergantung pada topik, kualitas penelitian, dan saran dosen pembimbing. Jangan tergoda memilih jurnal cuma karena statusnya, pastikan karya ilmiah kamu benar-benar sesuai dengan fokus dan standar jurnal yang dituju.
FAQ
1. Apakah jurnal nasional yang menggunakan bahasa Inggris otomatis dianggap internasional?
Tidak. Bahasa Inggris memang salah satu ciri jurnal internasional, tapi bukan satu-satunya penentu. Jurnal nasional juga bisa menggunakan bahasa Inggris, yang membedakan adalah cakupan, penerbit, indeksasi, dan komposisi reviewer.2. Mana yang lebih baik untuk mahasiswa S1: jurnal nasional atau internasional?
Untuk mahasiswa S1 yang baru pertama kali publikasi, jurnal nasional terakreditasi biasanya lebih realistis dan cocok sebagai langkah awal. Proses review-nya lebih cepat dan standar penulisannya lebih familier.3. Bagaimana cara mengetahui peringkat jurnal nasional di Indonesia?
Cek di laman Sinta (Science and Technology Index). Jurnal nasional terakreditasi memiliki peringkat Sinta 1 sampai 4, semakin kecil angkanya, semakin tinggi reputasinya.