Metode Penelitian Mahasiswa

Skala Likert: Definisi, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Pelajari definisi, fungsi, dan cara menggunakan skala Likert untuk penelitian. Panduan praktis buat mahasiswa dan akademisi. Simak selengkapnya di sini!

13 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 4 menit baca
Skala Likert: Definisi, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Pernah nggak sih kamu isi kuesioner terus disuruh milih dari "Sangat Setuju" sampai "Sangat Tidak Setuju"? Inilah yang namanya skala Likert. Buat mahasiswa yang lagi ngerjain skripsi atau tugas akhir, instrumen satu ini pasti sering banget ditemui. Tapi, apakah kamu tahu sebenarnya skala Likert itu apa, fungsinya buat apa, dan gimana cara menggunakannya dengan benar? Yuk, kita bahas tuntas di artikel ini.

Definisi Skala Likert

Skala Likert adalah skala penelitian yang dipakai untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu fenomena sosial. Skala ini pertama kali diperkenalkan oleh Rensis Likert, seorang psikolog sosial asal Amerika Serikat, pada tahun 1932 melalui publikasinya yang berjudul A Technique for the Measurement of Attitudes. Sejak saat itu, skala Likert menjadi salah satu instrumen yang paling banyak digunakan dalam riset berbasis survei di berbagai bidang, mulai dari ilmu sosial, psikologi, hingga kesehatan masyarakat.

Secara sederhana, skala Likert mengubah persepsi subjektif menjadi data kuantitatif dengan memberikan nilai angka pada tingkat persetujuan responden terhadap suatu pernyataan. Misalnya, responden diminta memilih salah satu dari lima pilihan:

  1. Sangat Setuju (SS)
  2. Setuju (S)
  3. Netral (N)
  4. Tidak Setuju (TS)
  5. Sangat Tidak Setuju (STS)

Setiap pilihan jawaban memiliki bobot skor tertentu, biasanya dari 1 sampai 5 untuk pernyataan positif.

Skala Likert termasuk dalam skala ordinal, artinya data yang dihasilkan memiliki urutan tetapi jarak antarnilainya tidak harus sama. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa skala Likert dengan lima poin atau lebih memiliki karakteristik statistik yang setara dengan variabel kontinu, sehingga dapat digunakan dalam berbagai metode statistik parametrik.

Fungsi Skala Likert dalam Penelitian

Lalu, apa sih fungsi utama skala Likert? Ada beberapa fungsi penting yang perlu kamu tahu:

Mengukur Sikap dan Opini: Skala Likert berfungsi untuk mengukur tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap suatu pernyataan. Dengan begitu, peneliti bisa menangkap gambaran tentang sikap atau pandangan responden terhadap topik tertentu.

Mengubah Data Kualitatif Menjadi Kuantitatif: Salah satu keunggulan utama skala Likert adalah kemampuannya mengubah persepsi yang bersifat subjektif menjadi data angka yang bisa diolah secara statistik. Ini sangat membantu peneliti dalam menganalisis data secara lebih objektif.

Membantu Analisis Statistik: Data berbentuk angka, peneliti bisa melakukan berbagai analisis statistik seperti menghitung rata-rata (mean), standar deviasi, atau menguji hubungan antar variabel.

Fleksibel dan Mudah Digunakan: Skala Likert dapat disesuaikan dengan berbagai konteks penelitian, mulai dari kepuasan pelanggan, penerimaan teknologi, hingga evaluasi kebijakan publik.

Cara Menggunakan Skala Likert

Buat kamu yang mau pakai skala Likert di penelitian, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

1. Tentukan Variabel yang Akan Diukur

Langkah pertama adalah menentukan variabel penelitian, misalnya tingkat kepuasan, persepsi terhadap kemudahan penggunaan, atau pandangan terhadap suatu kebijakan. Variabel ini kemudian dijabarkan menjadi indikator-indikator yang lebih spesifik.

2. Susun Pernyataan atau Pertanyaan

Buatlah pernyataan-pernyataan yang akan diajukan kepada responden. Pernyataan ini bisa berbentuk positif maupun negatif. Untuk pernyataan positif, skor tertinggi diberikan pada jawaban "Sangat Setuju", sedangkan untuk pernyataan negatif, skornya dibalik.

3. Tentukan Jumlah Pilihan Jawaban

Skala Likert umumnya menggunakan 5 pilihan jawaban, tapi bisa juga bervariasi mulai dari 4, 7, hingga 10 poin tergantung kebutuhan penelitian. Pemilihan jumlah poin ini perlu dipertimbangkan karena memengaruhi reliabilitas dan validitas instrumen. Penelitian menunjukkan bahwa skala dengan 5 poin memberikan keunggulan dibandingkan 3 poin dalam hal reliabilitas.

4. Beri Skor pada Setiap Pilihan Jawaban

Setiap pilihan jawaban diberi bobot nilai. Contoh untuk skala 1-5:

5. Sebarkan Kuesioner dan Analisis Data

Setelah instrumen siap, kuesioner disebarkan kepada responden yang sesuai kriteria penelitiaan kamu. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode statistik yang sesuai.

Perlu diingat bahwa skala Likert bersifat ordinal, sehingga pemilihan metode analisis harus mempertimbangkan karakteristik data ini.

Hal yang Perlu Diingat!

Meskipun skala Likert terlihat sederhana, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Salah satu pertimbangan penting adalah apakah akan menyertakan opsi tengah (netral) atau tidak.

Opsi tengah memungkinkan responden yang benar-benar netral atau tidak punya pendapat untuk memilih jawaban yang sesuai. Namun, jika kamu ingin memaksa responden untuk memilih satu arah (setuju atau tidak setuju), kamu bisa menggunakan skala dengan jumlah poin genap (misalnya 4 poin) tanpa opsi netral.

Selain itu, jangan lupa untuk menguji reliabilitas dan validitas instrumen sebelum digunakan secara luas. Skala Likert yang baik adalah skala yang konsisten (reliabel) dan benar-benar mengukur apa yang hendak diukur (valid).

Skala Likert adalah alat ukur yang powerful dan fleksibel untuk penelitian, terutama bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tugas akhir. Dengan memahami definisi, fungsi, dan cara penggunaannya, kamu bisa merancang kuesioner yang lebih efektif dan mendapatkan data yang berkualitas. Jadi, tunggu apa lagi?

Yuk, aplikasikan skala Likert di penelitianmu agar lebih terukur!

FAQ

Apakah skala Likert harus selalu 5 pilihan?

Tidak harus. Skala Likert bisa menggunakan 4, 5, 6, 7, atau bahkan 10 pilihan jawaban. Jumlah poin yang dipilih tergantung pada kebutuhan penelitian dan tingkat ketelitian yang diinginkan.

Apa perbedaan skala Likert 4 poin dan 5 poin?

Skala 5 poin menyediakan opsi tengah (netral), sementara skala 4 poin tidak memiliki opsi netral sehingga responden "dipaksa" untuk memilih satu arah (setuju atau tidak setuju). Pilihan tergantung pada apakah kamu ingin mengakomodasi responden yang benar-benar netral atau tidak.

Apakah data dari skala Likert bisa dianalisis dengan statistik parametrik?

Penelitian menunjukkan bahwa skala Likert dengan 5 poin atau lebih memiliki karakteristik statistik yang setara dengan variabel kontinu, sehingga dapat digunakan dalam berbagai metode statistik parametrik. Namun, tetap perhatikan asumsi statistik yang digunakan.

#skala likert #skala pengukuran #instrumen penelitian #kuesioner