Pembahasan Skripsi adalah bagian yang digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil penelitian. Pada bagian ini, mahasiswa tidak hanya menyebutkan temuan, tetapi juga menjelaskan bagaimana temuan tersebut dapat dipahami berdasarkan teori, konsep, maupun penelitian terdahulu.
Masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan ketika menyusun bagian pembahasan, beberapa diantaranya seperti, pembahasan tidak sesuai dengan rumusan masalah, teori yang digunakan tidak tepat, hingga penjelasan yang terlalu luas.
Lalu, apa sebenarnya fungsi pembahasan skripsi, apa saja yang perlu dimasukkan, dan kesalahan apa yang harus dihindari?
Fungsi Pembahasan
1. Menjelaskan Makna Hasil Penelitian
Data yang sudah diperoleh perlu dijelaskan agar pembaca memahami makna dari temuan tersebut. Pembahasan membantu menguraikan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh hasil penelitian.
2. Menjawab Rumusan Masalah
Bagian pembahasan harus tetap berhubungan dengan rumusan masalah yang telah dibuat, setiap hasil yang dijelaskan sebaiknya membantu memberikan jawaban terhadap pertanyaan penelitian.
3. Menghubungkan Hasil dengan Teori
Teori yang telah dipilih dalam penelitian perlu digunakan untuk membantu menjelaskan temuan. Pemilihan teori yang tidak sesuai dengan rumusan masalah dapat mengganggu struktur dan analisis penelitian.
4. Membandingkan dengan Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian dapat dibandingkan dengan penelitian sebelumnya untuk melihat apakah temuan yang diperoleh memiliki persamaan, perbedaan, atau memberikan sudut pandang baru.
Isi Pembahasan Skripsi
1. Temuan Penelitian
Mulai dengan menjelaskan temuan yang berkaitan dengan rumusan masalah, tidak perlu mengulang seluruh data, fokus pada hasil yang penting untuk dianalisis.
2. Interpretasi Hasil
Pada tahap ini, mahasiswa dapat memberikan penjelasan berdasarkan konteks penelitian.
3. Penggunaan Teori
Hubungkan hasil penelitian dengan teori atau konsep yang telah digunakan. Jelaskan apakah temuan mendukung, melengkapi, atau menunjukkan perbedaan dengan teori tersebut.
4. Perbandingan dengan Penelitian Terdahulu
Gunakan penelitian terdahulu yang relevan untuk membantu memperkuat analisis. Referensi yang digunakan sebaiknya kredibel dan benar-benar berkaitan dengan topik penelitian.
5. jawaban Terhadap Rumusan Masalah
Pastikan pembahasan pada akhirnya mengarah pada jawaban dari rumusan masalah. Dengan begitu, pembaca dapat melihat hubungan antara masalah, hasil penelitian, dan analisis yang dilakukan.
Kesalahan Umum dalam Pembahasan Skripsi
1. Pembahasan tidak sesuai dengan rumusan masalah
2. Teori tidak digunakan dalam analisis
3. Sumber referensi terlalu sedikit
4. Pembahasan terlalu luas
5. Hanya mengulang hasil penelitian
6. Kesalahan sitasi dan pengutipan
7. Tidak memperhatikan bahasa dan ejaan
8. Melakukan Plagiarisme
Kesimpulan
Pembahasan skripsi bukan sekadar bagian untuk mengulang hasil penelitian. Bagian ini berfungsi untuk menjelaskan makna temuan, menghubungkannya dengan teori dan penelitian terdahulu, serta memberikan jawaban terhadap rumusan masalah.
Kesalahan seperti pembahasan yang tidak fokus, teori yang tidak relevan, referensi yang kurang, kesalahan pengutipan, hingga plagiarisme perlu dihindari. Dengan pembahasan yang terstruktur dan didukung sumber kredibel, hasil penelitian dapat disampaikan secara lebih jelas dan akademis.
FAQ
1. Apa Itu Pembahasan Skripsi?
Pembahasan skripsi adalah bagian yang digunakan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan hasil penelitian dengan menghubungkannya pada rumusan masalah, teori, dan penelitian terdahulu.
2. Apa Fungsi Pembahasan dalam Skripsi?
Pembahasan berfungsi untuk menjelaskan makna hasil penelitian, menjawab rumusan masalah, menghubungkan temuan dengan teori, serta membandingkan hasil penelitian dengan penelitian terdahulu.
3. Apa Saja Isi Pembahasan Skripsi?
Secara umum, pembahasan dapat berisi temuan penelitian, interpretasi hasil, penggunaan teori, perbandingan dengan penelitian terdahulu, serta penjelasan yang mengarah pada jawaban rumusan masalah.
4. Apa Kesalahan Umum dalam Pembahasan Skripsi?
Kesalahan yang sering terjadi antara lain pembahasan tidak sesuai rumusan masalah, teori tidak digunakan dalam analisis, referensi terlalu sedikit, pembahasan terlalu luas, kesalahan sitasi, masalah bahasa, dan plagiarisme.