ChatGPT dapat membantu mahasiswa menemukan arah pencarian literatur ketika sedang mengerjakan skripsi. Namun, referensi yang muncul dalam jawabannya tidak selalu dapat langsung dipercaya karena AI dapat menghasilkan sumber yang tidak ada atau memberikan detail bibliografis yang keliru.
Mengapa hal ini bisa terjadi, padahal referensinya terlihat meyakinkan? Persoalannya bukan hanya apakah sebuah judul jurnal benar-benar ada, tetapi juga apakah penulis, tahun, jurnal, DOI, dan isi sumbernya sesuai dengan informasi yang diberikan.
Apakah Referensi dari ChatGPT Selalu Benar?
Tidak. ChatGPT dapat menghasilkan referensi yang terlihat seperti publikasi akademik sungguhan, tetapi ternyata tidak dapat ditemukan ketika ditelusuri. OpenAI juga mengakui bahwa model dapat menghasilkan sitasi atau referensi yang dibuat-buat dan menyarankan pengguna untuk memverifikasi informasi penting dari sumber tepercaya.
Masalah ini juga telah ditemukan dalam penelitian. Studi di Scientific Reports yang menganalisis 636 referensi dari teks yang dibuat menggunakan GPT-3.5 dan GPT-4 menemukan bahwa 55% referensi GPT-3.5 dan 18% referensi GPT-4 dalam dataset penelitian tersebut merupakan referensi yang dibuat-buat.
Angka tersebut berasal dari penelitian terhadap model dan dataset tertentu, sehingga tidak dapat dianggap sebagai persentase kesalahan semua versi ChatGPT saat ini. Namun, temuan tersebut menunjukkan dengan jelas mengapa referensi yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa.
Mengapa Referensi ChatGPT Bisa Bermasalah?
Salah satu masalahnya adalah hallucination, yaitu ketika AI menghasilkan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam konteks referensi, hal ini dapat berupa judul artikel yang tidak ada, nama penulis yang keliru, atau publikasi yang terlihat akademis tetapi sebenarnya tidak pernah diterbitkan.
Bahkan ketika sumber yang disebut AI benar-benar ada, detailnya belum tentu tepat. Penelitian Scientific Reports menemukan adanya kesalahan bibliografis pada sejumlah referensi nyata, termasuk kesalahan pada tahun, volume, edisi, halaman, dan informasi penerbitan.
Penelitian lain di Journal of Medical Internet Research juga menemukan tingkat hallucination pada referensi yang dihasilkan oleh model bahasa dalam konteks tinjauan sistematis. Peneliti menyimpulkan bahwa referensi yang dihasilkan model tetap membutuhkan validasi menyeluruh dan tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar pencarian literatur.
Apa Risiko Menggunakan Referensi AI Tanpa Pemeriksaan?
Referensi yang salah dapat membuat mahasiswa mencantumkan sumber yang sebenarnya tidak ada dalam skripsi. Kondisi ini bukan sekadar kesalahan format daftar pustaka karena sumber tersebut mungkin juga digunakan untuk mendukung argumen yang tidak pernah dinyatakan oleh publikasi sebenarnya.
Masalah lain muncul ketika referensi memang ada, tetapi isi yang dikaitkan dengannya tidak sesuai. Akibatnya, mahasiswa dapat memiliki kutipan yang terlihat valid tetapi sebenarnya tidak memberikan bukti yang cukup untuk mendukung pernyataan dalam penelitian.
Karena itu, keberadaan referensi dan kesesuaian isinya perlu diperiksa secara terpisah. Menemukan artikel dengan judul yang sama belum cukup jika isi artikel tersebut tidak mendukung klaim yang ingin digunakan.
Bagaimana Cara Mengecek Referensi dari ChatGPT?
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan langkah sederhana berikut.
- Cari judul publikasi. Masukkan judul artikel atau buku ke Google Scholar, database perpustakaan, atau mesin pencari akademik. Jika tidak ditemukan, jangan langsung menganggap sumber tersebut valid.
- Cek nama penulis dan tahun. Pastikan nama penulis, tahun publikasi, judul, dan nama jurnal atau penerbit sesuai dengan sumber yang ditemukan.
- Periksa DOI atau identitas publikasi. Jika AI memberikan DOI, cocokkan dengan halaman penerbit atau situs resmi jurnal. Jangan menganggap DOI valid hanya karena formatnya terlihat benar.
- Buka publikasi aslinya. Setelah menemukan sumber, baca bagian yang relevan. Pastikan isi publikasi memang mendukung pernyataan yang akan digunakan dalam skripsi.
- Gunakan sumber yang terverifikasi. Jika referensi tidak dapat ditemukan atau detailnya tidak konsisten, jangan memaksakannya masuk ke daftar pustaka. Cari sumber lain yang dapat diverifikasi.
Kesimpulan
Referensi dari ChatGPT perlu dicek kembali karena AI dapat menghasilkan sumber yang tidak ada maupun detail bibliografis yang keliru. Penelitian tentang referensi yang dihasilkan ChatGPT juga menunjukkan bahwa masalah tersebut dapat terjadi bahkan ketika referensi yang diberikan terlihat meyakinkan.
Karena itu, gunakan ChatGPT untuk membantu menemukan arah atau kata kunci pencarian, bukan sebagai pengganti proses penelusuran sumber akademik. Sebelum sebuah referensi masuk ke skripsi, pastikan publikasinya benar-benar ada, identitasnya sesuai, dan isinya memang mendukung klaim yang kamu gunakan.
FAQ
1. Apakah ChatGPT bisa memberikan jurnal yang tidak ada?
Bisa. AI dapat menghasilkan referensi yang terlihat nyata tetapi tidak dapat ditemukan dalam database atau situs penerbit.
2. Apakah referensi ChatGPT yang benar tetap perlu dicek?
Ya. Referensinya mungkin benar-benar ada, tetapi detail seperti tahun, halaman, DOI, atau isi yang dikaitkan dengannya masih bisa keliru.
3. Apakah ChatGPT sebaiknya digunakan untuk mencari referensi skripsi?
ChatGPT dapat membantu menemukan kata kunci, topik, atau arah pencarian, tetapi sumber yang digunakan dalam skripsi tetap perlu ditemukan dan diverifikasi secara langsung.