Sebelum mengumpulkan skripsi, tahap pengecekan akhir sering kali menjadi bagian yang menentukan kualitas dokumen. Selain memastikan isi penelitian sudah sesuai, penulis juga perlu memperhatikan aspek lain seperti penggunaan sumber, format penulisan, hingga tingkat kemiripan yang muncul saat dilakukan pemeriksaan similarity.
Kesalahan kecil seperti lupa mencantumkan referensi, melakukan parafrase yang terlalu dekat dengan sumber asli, atau tidak memeriksa kembali bagian yang terdeteksi mirip dapat memengaruhi hasil pemeriksaan Turnitin.
Karena itu, melakukan pengecekan sebelum submit menjadi langkah penting agar dokumen yang dikumpulkan sudah berada dalam kondisi terbaik. Dengan menggunakan checklist yang tepat, penulis dapat menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum masuk ke tahap penilaian.
Checklist Sebelum Submit Skripsi agar Lolos Cek Similarity
Tidak ada angka similarity yang secara mutlak menjamin sebuah skripsi pasti diterima. Setiap kampus atau lembaga memiliki kebijakan masing-masing terkait batas kemiripan yang diperbolehkan.
Namun, penulis dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan dokumen sudah memenuhi prinsip penulisan akademik dan mengurangi risiko munculnya kemiripan yang tidak diperlukan.
Berikut checklist yang dapat dilakukan sebelum mengumpulkan skripsi.
1. Pastikan Semua Sumber Sudah Dicantumkan dalam Sitasi
Salah satu penyebab munculnya masalah dalam pemeriksaan Turnitin adalah penggunaan informasi dari sumber lain tanpa mencantumkan referensi.
Sebelum mengumpulkan skripsi, periksa kembali seluruh bagian yang menggunakan teori, data, pendapat ahli, maupun hasil penelitian sebelumnya.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan setiap kutipan memiliki sumber yang jelas.
- Sesuaikan format sitasi dengan pedoman kampus.
- Periksa kembali kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka.
Penggunaan referensi yang tepat tidak hanya membantu mengurangi risiko masalah akademik, tetapi juga menunjukkan bahwa penelitian dilakukan dengan dasar ilmiah yang kuat.
2. Periksa Kembali Bagian yang Menggunakan Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan bagian yang memang diperbolehkan dalam karya ilmiah. Namun, penggunaan kutipan yang terlalu banyak dapat meningkatkan nilai similarity karena teks yang digunakan memiliki susunan yang sama dengan sumber asli.
Sebelum submit, pastikan:
- Kutipan langsung hanya digunakan pada bagian yang benar-benar diperlukan.
- Setiap kutipan sudah dilengkapi sumber.
- Sebagian besar pembahasan tetap menggunakan penjelasan dengan bahasa sendiri.
Jika sebuah teori dapat dijelaskan kembali melalui parafrase tanpa mengubah makna, cara tersebut biasanya lebih sesuai untuk menjaga orisinalitas tulisan.
3. Pastikan Parafrase Sudah Dilakukan dengan Benar
Parafrase menjadi salah satu bagian penting dalam penulisan akademik. Namun, masih banyak yang menganggap parafrase hanya mengganti beberapa kata dalam sebuah kalimat.
Padahal, parafrase yang baik dilakukan dengan memahami ide utama dari sumber terlebih dahulu, kemudian menuliskannya kembali menggunakan struktur kalimat sendiri.
Sebelum mengumpulkan skripsi, periksa kembali bagian yang:
- Memiliki susunan kalimat terlalu mirip dengan sumber asli.
- Hanya mengganti beberapa kata tanpa mengubah struktur.
- Menggunakan terjemahan langsung dari sumber lain.
Perubahan kecil pada kata tidak selalu membuat sebuah tulisan menjadi berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah cara menyampaikan kembali gagasan tersebut.
4. Lakukan Pemeriksaan Similarity Sebelum Pengumpulan
Melakukan pengecekan similarity sebelum submit dapat membantu mengetahui bagian dokumen yang masih perlu diperbaiki.
Melalui hasil pemeriksaan, penulis dapat melihat:
- Persentase kemiripan dokumen.
- Sumber yang menyebabkan kemiripan.
- Bagian teks yang perlu ditinjau kembali.
Namun, hasil similarity tidak cukup dilihat hanya dari angka akhirnya. Setiap bagian perlu dianalisis untuk mengetahui apakah kemiripan tersebut berasal dari penggunaan sumber yang sesuai atau membutuhkan revisi.
5. Tinjau Kembali Daftar Pustaka
Daftar pustaka menjadi salah satu bagian yang sering luput diperiksa sebelum pengumpulan.
Pastikan:
- Semua sumber yang dikutip sudah masuk dalam daftar pustaka.
- Tidak ada referensi dalam daftar pustaka yang tidak digunakan.
- Format penulisan sudah mengikuti aturan kampus.
Kelengkapan referensi membantu menjaga kualitas akademik sekaligus memperjelas asal informasi yang digunakan dalam penelitian.
6. Periksa Bagian yang Umumnya Memiliki Tingkat Kemiripan Tinggi
Beberapa bagian dalam skripsi cenderung memiliki kemungkinan kemiripan lebih besar karena banyak menggunakan teori atau penjelasan dari sumber sebelumnya.
Bagian tersebut biasanya meliputi:
1. Landasan teori
Bagian ini sering menggunakan definisi, konsep, dan teori dari berbagai referensi sehingga perlu diperhatikan cara penulisannya.
2. Metode penelitian
Penjelasan mengenai metode tertentu dapat memiliki kemiripan karena menggunakan istilah akademik yang umum digunakan.
3. Pembahasan penelitian
Bagian ini perlu memastikan bahwa analisis yang ditulis benar-benar berasal dari hasil pemikiran dan penelitian sendiri.
7. Pastikan Format Dokumen Sudah Sesuai Ketentuan Kampus
Selain aspek isi, format dokumen juga perlu diperiksa sebelum pengumpulan.
Beberapa hal yang dapat dicek:
- Struktur bab sudah sesuai pedoman.
- Penulisan judul, tabel, gambar, dan daftar isi sudah benar.
- Format sitasi dan daftar pustaka sudah sesuai.
- Tidak ada halaman atau bagian yang tertinggal.
Dokumen yang rapi akan memudahkan proses pemeriksaan dan menunjukkan kesiapan sebelum masuk tahap penilaian.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Submit Skripsi
Selain melakukan pengecekan, penting juga untuk menghindari beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko masalah saat pemeriksaan.
Mengubah kata secara asal untuk menurunkan similarity
Mengganti beberapa kata tanpa memahami konteks dapat membuat kalimat menjadi kurang tepat dan tetap memiliki kemiripan dengan sumber awal.
Menggunakan hasil parafrase otomatis tanpa pemeriksaan ulang
Alat bantu dapat membantu proses penulisan, tetapi hasil akhirnya tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan makna sumber dan gaya akademik.
Mengabaikan sumber yang muncul dalam laporan Turnitin
Setiap sumber yang terdeteksi perlu diperiksa. Mengabaikan bagian tersebut dapat membuat revisi menjadi kurang maksimal.
Kesimpulan
Melakukan checklist sebelum submit skripsi dapat membantu memastikan dokumen sudah siap dikumpulkan dan mengurangi risiko munculnya masalah saat pemeriksaan similarity.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi penggunaan sitasi, kualitas parafrase, pemeriksaan laporan similarity, kelengkapan daftar pustaka, hingga kesesuaian format dokumen.
Turnitin bukan hanya tentang mengejar angka kemiripan yang rendah, tetapi juga memastikan bahwa setiap sumber digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan prinsip akademik.
FAQ
Apakah skripsi harus memiliki nilai similarity 0% agar dianggap aman?
Tidak. Nilai 0% hampir tidak mungkin dicapai karena karya ilmiah biasanya tetap menggunakan istilah, teori, atau referensi yang memiliki kemiripan dengan sumber lain. Setiap institusi memiliki batas dan kebijakan masing-masing.
Apakah parafrase dapat membantu menurunkan nilai similarity?
Ya, parafrase yang dilakukan dengan benar dapat membantu mengurangi kemiripan. Namun, parafrase harus tetap mempertahankan makna sumber dan disertai sitasi yang sesuai.
Apa yang harus dilakukan jika hasil Turnitin masih tinggi sebelum submit?
Periksa bagian yang memiliki kontribusi kemiripan terbesar, lalu lakukan evaluasi terhadap penggunaan kutipan, parafrase, dan sitasi. Jangan hanya mengubah angka tanpa memahami penyebab kemiripannya.
Apakah daftar pustaka memengaruhi hasil Turnitin?
Daftar pustaka dapat muncul dalam pemeriksaan tergantung pada pengaturan Turnitin yang digunakan. Namun, banyak institusi biasanya memiliki pengaturan tertentu untuk mengecualikan bagian seperti daftar pustaka atau kutipan langsung saat melakukan analisis.