Karya Ilmiah Artikel

Cara Mengutip Artikel Ilmiah Tanpa Takut Salah

Pelajari cara mengutip artikel ilmiah dengan tepat dan hindari kesalahan umum. Tips mudah untuk mahasiswa dan akademisi.

05 Agustus 2026 Salwa Aliyyah · SEO Writer 3 menit baca
Cara Mengutip Artikel Ilmiah Tanpa Takut Salah
Mengutip artikel ilmiah adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh mahasiswa dan akademisi. Namun, banyak yang merasa takut atau ragu untuk melakukannya. Pertanyaannya, bagaimana cara mengutip dengan benar tanpa takut melakukan kesalahan?

Apa Itu Sitasi dan Kenapa Penting?

Sitasi atau kutipan adalah cara untuk mencantumkan sumber informasi yang kamu gunakan dalam tulisan ilmiah. Tujuannya ada tiga, menghindari plagiarisme dengan menunjukkan bahwa ide tersebut berasal dari orang lain, memberi kredit kepada penulis asli, dan membantu pembaca menemukan sumber asli jika ingin membaca lebih lanjut.

Bayangin kalau kamu nulis karya ilmiah tanpa sitasi. Itu sama aja kamu mengaku-ngaku ide orang lain sebagai milikmu sendiri. Dalam dunia akademik, ini pelanggaran serius yang bisa berujung pada sanksi berat, mulai dari teguran sampai pembatalan ijazah. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010, plagiat adalah perbuatan mengutip sebagian atau seluruh karya pihak lain tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Jenis-Jenis Kutipan yang Perlu Kamu Tahu

Secara umum, ada dua jenis kutipan dalam penulisan ilmiah: kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah menyalin teks dari sumber asli secara persis, tanpa mengubah kata atau ejaan apapun. Biasanya ditulis dengan tanda kutip ("...") dan wajib mencantumkan nama penulis, tahun terbit, serta nomor halaman.

Contoh:

"Informasi yang kredibel harus dapat diverifikasi sumbernya" (Abdul, K.H 2025, p. 45).

2. Kutipan Tidak Langsung (Parafrase)

Kutipan tidak langsung adalah menulis ulang ide dari sumber dengan kata-kata sendiri, tanpa mengubah esensi dan makna aslinya. Cara ini justru menunjukkan bahwa kamu benar-benar paham dengan bahan bacaan yang kamu gunakan.

Contoh parafrase:

Literasi digital menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa di era informasi (Nurul, 2026).

Panduan Praktis Sitasi APA 7th Edition

APA (American Psychological Association) edisi ke-7 adalah gaya sitasi yang paling banyak digunakan di perguruan tinggi, terutama untuk ilmu sosial, pendidikan, psikologi, dan komunikasi. Dalam APA 7th, setiap sumber yang dikutip harus dicantumkan dalam dua bagian, yaitu:

a. Sitasi di dalam teks (in-text citation)

b. Daftar pustaka (reference list).

Keduanya harus sesuai dan lengkap.

Aturan Dasar Sitasi Dalam Teks (In-Text Citation)

1. Parafrase

(Nama Belakang, Tahun). Contoh: (Keonho, 2022).

2. Kutipan Langsung

(Nama Belakang, Tahun, p. Nomor Halaman). Contoh: (Jaehyun, 2021, p. 50).

3. Dua penulis

Gunakan tanda & di antara dua nama. Contoh: (Jeno & Jaemin, 2023).

4. Tiga penulis atau lebih

Cukup tulis nama penulis pertama diikuti "et al." Contoh: (Haechan et al., 2025).

5. Tanpa nama penulis

Gunakan beberapa kata pertama dari judul, dicetak miring. Contoh: ("Cara Parafrase di Manuru," 2022).

6. Lembaga atau organisasi

(World Health Organization [WHO], 2023). Untuk kutipan berikutnya cukup tulis (WHO, 2023).

Aturan Dasar Daftar Pustaka (Reference List)

Daftar pustaka ditulis di halaman baru di akhir tulisan dengan judul “Referensi” atau “Daftar Pustaka”. Semua entri disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis.

Format umum

Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul karya. Penerbit/Sumber. Biar mudah diingat, kamu bisa menghafal singkatannya (NaTaJuKoBit)

Contoh untuk artikel jurnal:

Qolbiyah, N., & Syaharani, A. I. (2023). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tinggi, 18(2), 112–125.

Tips Biar Nggak Salah Lagi

Gunakan Reference Manager. Tools seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote bisa membantu menyimpan referensi, membuat sitasi otomatis, dan menyusun daftar pustaka dengan cepat. Kamu nggak perlu pusing ngatur format manual satu per satu.

1. Pastikan sumber kredibel

Gunakan jurnal ilmiah, buku, atau situs resmi lembaga terpercaya. Hindari blog pribadi atau Wikipedia sebagai sumber utama.

2. Perhatikan DOI

APA 7th sangat menyarankan penggunaan DOI (Digital Object Identifier) untuk artikel jurnal. DOI membantu pembaca menemukan sumber asli secara lebih mudah dan akurat.

Jangan takut parafrase. Parafrase bukan cuma cara menghindari plagiasi, tapi juga bukti bahwa kamu memahami materi yang kamu baca. Tapi ingat, tetap cantumkan sumbernya ya!

Dengan memahami cara mengutip yang benar, karya ilmiah kamu jadi lebih kredibel, profesional, dan terhindar dari plagiarisme. Nggak perlu takut salah lagi, deh!

Butuh bantuan lebih lanjut buat ngerapihin tulisan akademik kamu? Tim Manuru siap bantu proses penulisan biar bebas plagiasi, rapi, dan siap publikasi.

#Cara mengutip #sitasi #kutipan #artikel ilmiah