Kamu ngerasa pusing sendiri pas ngerjain skripsi cuma gara-gara urusan nomor halaman yang beda-beda? Padahal udah ngetik puluhan halaman, eh pas mau cetak, bagian daftar isi mesti pake romawi (i, ii, iii) tapi isi skripsi pake angka biasa (1, 2, 3). Terus ujung-ujungnya bikin file Word yang dipisah-pisah. Ribet banget, kan?
Sebenarnya Microsoft Word punya fitur yang bisa bikin format nomor halaman berbeda dalam satu file dokumen aja. Kuncinya ada pada fitur yang namanya Section Break. Menurut laman resmi Microsoft melalui detikINET, dengan menggunakan Section Break, kamu bisa memisahkan satu bagian dokumen dengan bagian lainnya sehingga format di tiap bagian bisa diatur secara independen.
Daripada bingung, yuk kita bahas langkah-langkahnya biar skripsimu rapi dan nggak bikin kepala pusing!
Kenapa Skripsi Butuh Nomor Halaman Berbeda?
Buat kamu anak kuliahan, pasti udah nggak asing sama aturan ini. Dalam dunia akademik, penomoran halaman punya standar tersendiri. Berdasarkan Panduan Penomoran Halaman dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair), halaman bagian awal skripsi (seperti kata pengantar dan daftar isi) wajib menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii).
Sementara itu, untuk bagian utama dan akhir skripsi (mulai Bab I sampai daftar pustaka), harus pakai angka Arab (1, 2, 3). Jadi, bukan cuma iseng, tapi ini memang aturan baku yang harus kamu ikuti biar skripsimu sesuai pedoman.
Langkah-Langkah Membuat Nomor Halaman Berbeda di Word
Oke, langsung aja kita praktik. Kita asumsikan kamu pakai Word versi 2016, 2019, atau Microsoft 365 (langkahnya kurang lebih sama). Ikuti step-step di bawah ini ya.
1. Pisahkan Dokumen dengan Section Break
Ini langkah paling penting. Kita harus kasih "tembok pemisah" antara halaman daftar isi (yang pake romawi) dan halaman Bab I (yang pake angka).
- Letakkan kursor di akhir halaman terakhir bagian awal (misalnya di akhir halaman Daftar Isi)
- Klik tab Layout (atau Page Layout di versi lama)
- Pilih Breaks, lalu di bagian Section Breaks, klik Next Page
Secara otomatis, kursor akan pindah ke halaman baru. Di sinilah nanti Bab I kamu dimulai.
2. Putuskan Hubungan (Unlink to Previous)
Setelah dokumen terbagi, kamu harus memutuskan hubungan header/footer antara section satu dengan yang lain. Ini penting biar format nomor halaman di bagian awal nggak ketularan ke bagian isi.
- Klik dua kali di area Footer (bagian bawah) halaman Bab I (Section 2).
- Di menu Header & Footer yang muncul, cari opsi Link to Previous. Pastikan opsi ini tidak aktif atau tidak dalam keadaan tercentang
3. Atur Format Nomor Halaman Romawi (Bagian Awal)
Sekarang kita masuk ke pengaturan nomor halamannya.
- Pergi ke halaman pertama bagian awal (misalnya halaman Kata Pengantar atau Daftar Isi)
- Klik dua kali di area Footer
- Klik menu Insert -> Page Number -> Format Page Numbers.
- Di kotak dialog yang muncul, pada bagian Number format, pilih i, ii, iii, ... (Romawi kecil).
- Pada bagian Start at, isi dengan i, lalu klik OK
4. Atur Format Nomor Halaman Angka (Bagian Isi)
Setelah bagian awal pake romawi, sekarang giliran bagian isi pake angka biasa.
- Pergi ke halaman pertama Bab I (section yang sudah diputus hubungan tadi)
- Klik dua kali di area Footer
- Klik Insert -> Page Number -> Format Page Numbers
- Di Number format, pilih 1, 2, 3, ...
- Pada Start at, isi dengan 1, lalu klik OK.
5. Hilangkan Nomor Halaman di Cover (Opsional)
Buat kamu yang nggak mau ada nomor di halaman cover, kamu bisa ikuti langkah ini.
- Klik dua kali di area Footer halaman cover
- Di menu Header & Footer, beri centang pada opsi Different First Page
- Nomor halaman di cover bakal hilang, tapi halaman selanjutnya (yang romawi) tetap ada dan berurutan dari ii.
Tips Aman
Periksa Section: Kamu bisa cek apakah Section Break udah kepasang atau belum dengan klik tab View -> Outline. Nanti akan keliatan garis putus-putus "Section Break (Next Page)".
Aturan Posisi: Biasanya, UI dan Unair mensyaratkan nomor romawi di bagian awal diletakkan di tengah bawah, sedangkan angka Arab di bagian isi diletakkan di kanan atas. Sesuaikan dengan pedoman kampusmu ya.
Itu dia cara praktis bikin nomor halaman skripsi yang beda-beda dalam satu file Word. Nggak perlu ribet bikin file terpisah lagi, kan? Dengan sedikit usaha ekstra di awal, hasil skripsimu bakal lebih rapi dan profesional.
Yuk, langsung coba praktikkan di laptop kamu! Siapa tau dengan ilmu ini, proses revisi skripsimu jadi lebih lancar. Selamat mengerjakan, semangat terus buat para pejuang skripsi!
FAQ
Kenapa nomor halaman di Bab I saya ikut romawi juga, padahal udah saya atur jadi angka?
Ini biasanya karena kamu lupa memutuskan hubungan Link to Previous di Section Bab I. Pastikan opsi itu tidak aktif saat kamu mengatur format nomor halaman di bagian isi.
Bagaimana cara memulai nomor halaman dari 1 di Bab I, sementara halaman awal pakai romawi?
Saat kamu mengatur Format Page Numbers di Bab I, pastikan di bagian Start at kamu isi dengan angka 1. Jangan pilih "Continue from previous section".
Apakah harus membuat Section Break di setiap bab?
Nggak harus. Section Break hanya wajib dibuat di titik transisi antara bagian yang pakai romawi dan bagian yang pakai angka biasa. Untuk antar bab (Bab I ke Bab II), selama masih pakai angka biasa, kamu cukup pakai Page Break biasa aja.