Menyusun skripsi membutuhkan lebih dari sekadar menyelesaikan setiap bab. Mahasiswa juga perlu memastikan bahwa isi penelitian, penggunaan referensi, bahasa, hingga format penulisan sudah sesuai dengan kaidah akademik.
Sayangnya, beberapa kesalahan sering muncul selama proses penyusunan skripsi. Jika tidak segera diperbaiki, kesalahan tersebut dapat menyebabkan revisi semakin panjang atau membuat pembahasan penelitian menjadi kurang terarah. Berikut tujuh kesalahan yang perlu dihindari.
1. Memilih Judul yang Terlalu Luas
Judul merupakan salah satu bagian pertama yang menentukan arah penelitian. Kesalahan pada saat pembuatan judul yang sering dilakukan adalah memilih judul terlalu umum sehingga ruang lingkup penelitian terlalu luas.
Hal ini dapat membuat mahasiswa kesulitan menentukan fokus, variabel, ojek, maupun batasan penelitian.
2. Latar Belakang Tidak Fokus pada Masalah
Latar belakang bukan bagian untuk menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan topik penelitian. Kesalahan yang umum terjadi adalah membuat latar belakang teralu panjang, terlalu umum, atau tidak didukung data yang relevan.
3. Penggunaan Referensi yang Kurang Tepat
Referensi menjadi dasar penting dalam membangun landasan teori dan pembahasan. Namun, masih ada mahasiswa yang menggunakan sumber tanpa memeriksa kredibilitas dan relevansinya.
Referensi sebaiknya berasal dari sumber akademik yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti jurnal ilmiah, buku akademik, atau publikasi penelitian yang relevan. Selain kualitas sumber, kebaruan referensi juga perlu diperhatikan agar penelitian tetap relevan.
4. Rumusan Masalah, Teori, dan Analisis Tidak Saling Terhubung
Salah satu kesalahan yang cukup serius adalah ketika bagian-bagian penelitian berjalan sendiri-sendiri.
Misalnya, rumusan masalah membahas suatu persoalan tertentu, tetapi teori yang digunakan tidak relevan atau analisis data justru membahas hal lain. Perpustakaan UMY menyebut ketidaksesuaian antara identifikasi masalah dan analisis sebagai salah satu kekeliruan yang umum ditemukan dalam karya ilmiah.
5. Tidak Memperhatikan Sitasi dan Risiko Plagiarisme
Menggunakan gagasan, data, atau informasi dari sumber lain tanpa mencantumkan sumber dapat menimbulkan masalah akademik. Bahkan ketika informasi sudah ditulis menggunakan kalimat sendiri, sumber tetap perlu dicantumkan jika gagasan tersebut berasal dari orang lain.
Latar belakang sering dibuat terlalu umum atau terlalu panjang tanpa mengarahkan pembaca pada masalah utama penelitian. Sebaiknya pembahasan disusun secara runtut hingga menunjukkan alasan penelitian perlu dilakukan.
6. Mengabaikan Bahasa dan Format Penulisan
Kesalahan yang sering muncul antara lain penggunaan kata tidak baku, tanda baca, huruf kapital, spasi, penulisan istilah asing, serta struktur kalimat yang kurang jelas. Skripsi bukan hanya dinilai dari isi penelitian. Penulisan bahasa dan format juga perlu diperhatikan.
7. Jarang Berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing
Sebagian mahasiswa mungkin merasa harus menyelesaikan satu bab terlebih dahulu sebelum bimbingan. Padahal, konsultasi secara berkala dapat membantu mengetahui apakah arah penelitian sudah sesuai sejak awal. Professorline juga menekankan pentingnya bimbingan untuk menemukan kekurangan penelitian lebih cepat.
Kesimpulan
Kesalahan dalam penulisan skripsi sebenarnya dapat diminimalkan jika mahasiswa melakukan pemeriksaan secara rutin. Mulai dari memilih judul yang terlalu luas, membuat latar belakang yang tidak fokus, menggunakan referensi yang kurang tepat, hingga mengabaikan sitasi dan format penulisan.
Yang tidak kalah penting, pastikan rumusan masalah, teori, metode, analisis, dan kesimpulan saling terhubung. Jangan ragu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing agar kesalahan dapat diketahui dan diperbaiki lebih awal.
FAQ
1. Apa saja kesalahan yang sering terjadi saat menulis skripsi?
Kesalahan yang umum terjadi antara lain judul terlalu luas, latar belakang tidak fokus, referensi kurang tepat, teori dan analisis tidak terhubung, kesalahan sitasi, format tidak sesuai, dan jarang berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
2. Mengapa judul skripsi tidak boleh terlalu luas?
Judul yang terlalu luas dapat membuat penelitian sulit difokuskan. Judul yang lebih spesifik membantu menentukan batasan, objek, dan arah penelitian dengan lebih jelas.
3. Apa kesalahan yang sering terjadi dalam membuat latar belakang skripsi?
Latar belakang sering dibuat terlalu umum atau terlalu panjang tanpa mengarahkan pembaca pada masalah utama penelitian. Sebaiknya pembahasan disusun secara runtut hingga menunjukkan alasan penelitian perlu dilakukan.