Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau karya ilmiah, hasil pengecekan Turnitin sering menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan. Setelah dokumen selesai diperiksa, banyak yang langsung melihat angka similarity untuk memastikan apakah tulisannya sudah memenuhi standar yang ditentukan.
Masalahnya, angka yang muncul tidak selalu mudah dipahami.
Ada mahasiswa yang merasa tenang ketika mendapatkan hasil 10%, tetapi ada juga yang langsung khawatir saat melihat angka 25% atau lebih. Padahal, similarity Turnitin tidak bisa dinilai hanya berdasarkan besar kecilnya persentase.
Nilai tersebut hanya menunjukkan tingkat kemiripan antara sebuah dokumen dengan sumber lain yang ditemukan dalam database Turnitin. Kemiripan bisa berasal dari berbagai hal, seperti kutipan, daftar pustaka, istilah akademik, hingga bagian tulisan yang memang perlu diperiksa kembali.
Karena itu, memahami hasil Turnitin tidak cukup hanya dengan melihat angka akhir. Penulis juga perlu mengetahui dari mana kemiripan tersebut berasal dan apakah penggunaannya sudah sesuai dengan aturan akademik.
Lalu, berapa similarity Turnitin yang sebenarnya dianggap aman?
Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya dengan satu angka.
Memahami Arti Angka Similarity Turnitin
Banyak orang masih menganggap bahwa similarity merupakan nilai yang menentukan apakah sebuah karya ilmiah aman atau tidak. Padahal, fungsi utama Turnitin bukan untuk memberikan keputusan akhir terkait plagiarisme.
Turnitin bekerja dengan membandingkan dokumen yang diperiksa dengan berbagai sumber yang tersedia dalam database-nya. Hasil perbandingan tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk persentase similarity.
Angka tersebut menjadi petunjuk awal bagi penulis maupun pemeriksa untuk melihat bagian mana yang memiliki kemiripan dengan sumber lain.
Sebagai contoh, sebuah skripsi mendapatkan similarity sebesar 20%. Angka tersebut tidak bisa langsung dianggap bermasalah sebelum melihat sumber kemiripannya. Bisa saja sebagian besar berasal dari daftar pustaka, kutipan teori, atau istilah penelitian yang memang sulit dihindari.
Sebaliknya, dokumen dengan similarity lebih rendah tetap perlu diperiksa apabila terdapat penggunaan ide atau kalimat dari sumber lain tanpa mencantumkan referensi yang sesuai.
Jadi, angka similarity bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas sebuah tulisan. Bagian yang lebih penting adalah bagaimana penulis menggunakan sumber tersebut.
Standar Similarity Turnitin yang Sering Digunakan sebagai Acuan
Sampai saat ini, tidak ada standar similarity yang berlaku sama untuk seluruh kampus maupun jurnal. Setiap institusi memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan batas kemiripan yang dapat diterima.
Namun, dalam praktik akademik, beberapa perguruan tinggi menggunakan kisaran tertentu sebagai gambaran awal ketika melakukan pemeriksaan.
Berikut rentang similarity yang sering digunakan sebagai acuan:
0–20%
Rentang ini sering dianggap masih rendah oleh banyak institusi. Meskipun begitu, laporan tetap perlu diperiksa untuk mengetahui sumber kemiripan yang muncul.
Kemiripan pada rentang ini dapat berasal dari kutipan yang sudah diberikan sitasi, daftar pustaka, atau istilah akademik yang umum digunakan dalam penelitian.
21–30%
Hasil pada rentang ini biasanya membutuhkan perhatian lebih. Penulis dapat meninjau kembali bagian yang memiliki kontribusi besar terhadap nilai similarity dan melakukan perbaikan apabila ditemukan penggunaan kalimat yang terlalu dekat dengan sumber asli.
31–40%
Persentase ini mulai dianggap cukup tinggi oleh sebagian institusi. Pemeriksaan lebih mendalam diperlukan, terutama apabila kemiripan berasal dari bagian utama seperti latar belakang, pembahasan, atau analisis penelitian.
Di atas 40%
Nilai similarity pada rentang ini biasanya membutuhkan evaluasi lebih lanjut sebelum dokumen dikumpulkan atau diterbitkan.
Namun, perlu dipahami bahwa angka tersebut bukan aturan mutlak. Standar yang digunakan tetap mengikuti kebijakan kampus, fakultas, atau jurnal masing-masing.
Faktor yang Membuat Nilai Similarity Meningkat
Nilai similarity yang tinggi tidak selalu berarti penulis melakukan plagiarisme. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan persentase kemiripan meningkat meskipun tulisan dibuat secara mandiri.
Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah penggunaan kutipan langsung dalam jumlah banyak. Kutipan sebenarnya diperbolehkan dalam karya ilmiah, tetapi terlalu banyak menggunakan kalimat asli dari sumber dapat membuat tingkat similarity menjadi lebih tinggi.
Selain itu, cara melakukan parafrase juga berpengaruh. Mengganti beberapa kata dengan sinonim tanpa mengubah struktur kalimat secara keseluruhan belum tentu membuat tulisan berbeda dari sumber awal.
Misalnya, sebuah paragraf hanya mengalami perubahan pada beberapa kata, tetapi susunan kalimat dan ide utamanya masih sama. Kondisi tersebut tetap berpotensi terdeteksi sebagai kemiripan.
Faktor lain yang juga dapat memengaruhi hasil similarity adalah penggunaan istilah teknis, definisi teori, nama metode penelitian, hingga dokumen yang sebelumnya pernah diperiksa menggunakan Turnitin.
Similarity Tinggi Tidak Selalu Menunjukkan Plagiarisme
Similarity dan plagiarisme merupakan dua hal yang berbeda.
Similarity menunjukkan adanya bagian tulisan yang memiliki kemiripan dengan sumber lain. Sementara itu, plagiarisme berkaitan dengan penggunaan karya, ide, atau informasi dari pihak lain tanpa memberikan pengakuan yang sesuai.
Sebagai contoh, sebuah skripsi mendapatkan similarity sebesar 28%. Setelah diperiksa, ternyata kemiripan tersebut berasal dari kutipan teori yang sudah memiliki sumber dan daftar pustaka yang lengkap.
Dalam kondisi tersebut, angka similarity tidak bisa langsung dianggap sebagai pelanggaran akademik.
Berbeda jika hasil yang sama berasal dari beberapa paragraf pembahasan yang memiliki susunan sangat mirip dengan karya orang lain tanpa adanya sitasi.
Karena itu, hasil Turnitin perlu dibaca secara menyeluruh. Angka persentase hanya menjadi tanda awal, sedangkan penilaian akhirnya tetap membutuhkan pemeriksaan terhadap isi dokumen.
Mengapa Similarity Rendah Bukan Satu-Satunya Tujuan?
Banyak mahasiswa berusaha mendapatkan angka similarity serendah mungkin karena menganggap hasil tersebut menunjukkan tulisan yang lebih baik.
Padahal, karya ilmiah tetap membutuhkan referensi untuk memperkuat argumen dan mendukung pembahasan. Adanya kemiripan tertentu merupakan hal yang wajar selama sumber digunakan secara tepat.
Tulisan dengan similarity 10% belum tentu lebih baik dibandingkan tulisan dengan similarity 20%. Jika angka 20% berasal dari penggunaan referensi yang benar, sementara angka 10% masih memiliki masalah dalam pencantuman sumber, maka kualitas keduanya tentu tidak dapat dibandingkan hanya dari persentase.
Tujuan utama pengecekan Turnitin bukan sekadar mendapatkan angka rendah, tetapi memastikan karya ilmiah dibuat dengan proses akademik yang benar.
Langkah Mengurangi Similarity Turnitin Secara Tepat
Jika hasil Turnitin masih lebih tinggi dari standar yang ditentukan, jangan langsung mengubah seluruh isi dokumen. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melihat bagian mana yang memberikan kontribusi terbesar terhadap similarity.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Periksa bagian dengan kemiripan tertinggi
Fokus terlebih dahulu pada sumber atau bagian yang paling banyak muncul dalam laporan similarity. Dengan begitu, revisi dapat dilakukan secara lebih efektif tanpa harus mengubah seluruh isi dokumen.
2. Lakukan parafrase berdasarkan pemahaman
Parafrase bukan hanya mengganti kata dengan sinonim. Penulis perlu memahami isi sumber terlebih dahulu, kemudian menyampaikan kembali informasi tersebut menggunakan struktur kalimat sendiri.
3. Gunakan kutipan secukupnya
Kutipan langsung tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya hanya pada bagian yang benar-benar membutuhkan pernyataan asli dari sumber.
4. Pastikan sitasi dan referensi sesuai
Setiap ide, data, maupun pendapat yang berasal dari sumber lain perlu diberikan atribusi yang tepat agar tidak menimbulkan masalah akademik.
Kesimpulan
Tidak ada angka similarity Turnitin yang dapat dianggap aman untuk seluruh kampus maupun jurnal. Meskipun persentase 0–20% sering digunakan sebagai acuan oleh banyak institusi, hasil akhir tetap bergantung pada kebijakan masing-masing dan bagaimana sumber kemiripan tersebut muncul.
Karena itu, jangan hanya berfokus pada angka persentase. Memahami penyebab similarity, memperbaiki cara penggunaan referensi, serta memastikan sitasi sudah sesuai menjadi langkah yang lebih penting dalam menjaga kualitas karya ilmiah.
Bagi kamu yang ingin mengetahui tingkat kemiripan dokumen sebelum melakukan pengumpulan skripsi, jurnal, atau karya ilmiah lainnya, manuruID menyediakan layanan pengecekan similarity untuk membantu melihat potensi kemiripan sejak awal. Dengan begitu, penulis dapat melakukan revisi secara lebih terarah sebelum dokumen masuk ke tahap penilaian.
FAQ
Apakah similarity Turnitin 20% sudah aman?
Similarity 20% sering digunakan sebagai acuan oleh beberapa institusi, tetapi angka tersebut tidak berlaku untuk semua kampus. Hasil tetap perlu dilihat berdasarkan sumber kemiripan dan aturan yang digunakan oleh masing-masing institusi.
Apakah similarity tinggi berarti plagiarisme?
Tidak. Similarity hanya menunjukkan adanya kemiripan teks dengan sumber lain. Penilaian plagiarisme membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap cara sumber tersebut digunakan dalam tulisan.
Berapa batas similarity untuk skripsi?
Tidak ada batas yang sama untuk seluruh perguruan tinggi. Setiap kampus memiliki kebijakan masing-masing terkait standar similarity untuk skripsi maupun karya ilmiah lainnya.
Bagaimana cara mengurangi similarity Turnitin?
Similarity dapat dikurangi dengan melakukan parafrase yang tepat, menggunakan kutipan secara proporsional, melengkapi sitasi, dan memastikan seluruh referensi ditulis sesuai aturan akademik.