Karya ilmiah kuliah

Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Bingung bedanya skripsi, tesis, dan disertasi? Simak perbedaan dari jenjang, kedalaman riset, hingga kontribusi ilmiahnya. Wajib baca buat kamu yang mau lanjutin studi ke S1, S2, bahkan S3

07 Agustus 2026 Salwa Aliyyah ยท SEO Writer 2 menit baca
Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi

Pasti dari temen-temen udah pernah denger istilah skripsi, thesis dan disertasi. Tapi tahu nggak apa perbedaannya? Yuk, kita bahas tuntas satu per satu!

Apa Itu Skripsi, Tesis dan Disertasi?

Secara umum, skripsi, tesis dan disertasi adalah tiga jenis karya ilmiah yang menjadi syarat kelulusan di jenjang pendidikan yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi adalah karya ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya, khusus untuk jenjang sarjana atau S1. Lalu tesis adalah karya ilmiah untuk jenjang magister atau S2. Sedangkan disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor atau S3.

Apa Bedanya Skripsi, Tesis dan Disertasi?

Meski sama-sama karya ilmiah, ketiganya punya perbedaan mendasar. Bukan cuma soal jenjang pendidikan, tapi juga soal kedalaman, kompleksitas, dan kontribusi ilmiahnya.

1. Tingkat Kedalaman dan Kompleksitas Penelitian

Perbedaan paling mencolok adalah di tingkat kedalaman penelitian.

Di kutip dari laman kompas, inilah beberapa perbedaannya:

  • Skripsi: Mengangkat masalah yang bersumber pada pengalaman empirik dan sifatnya tidak terlalu mendalam. Fokus utamanya adalah penerapan teori yang sudah dipelajari selama kuliah untuk memecahkan masalah praktis. Jadi, di skripsi kamu cukup menunjukkan bahwa kamu bisa mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat.
  • Tesis: Penelitiannya bersifat mendalam dan teoritis, dengan analisis yang lebih kompleks. Di sini, kamu nggak cuma menerapkan teori, tapi juga menguji atau mengembangkan teori yang sudah ada.
  • Disertasi: Penelitiannya sangat mendalam, spesifik, dan harus menghasilkan temuan baru atau teori baru yang berkontribusi bagi ilmu pengetahuan. Mahasiswa doktoral wajib menemukan kebaruan (novelty) yang orisinal.

2. Bobot dan Kontribusi Ilmiah

Dari sisi bobot ilmiah, skripsi berada di tingkat rendah hingga sedang. Tesis menempati bobot sedang sampai tinggi dengan adanya pengembangan dan pendalaman teori. Sementara disertasi punya bobot ilmiah tertinggi, yaitu mahasiswa S3 dituntut memberikan kontribusi orisinal yang signifikan.

3. Proses Pengerjaan

Semakin tinggi jenjang, semakin besar tanggung jawab yang kamu emban, di kutip dari laman kompas, terlihat beberapa perbedaan yang signifikan:

  • Skripsi, mahasiswa masih mendapat bimbingan intensif dari dosen pembimbing, dengan porsi sekitar 50% penulis dan 50% pembimbing
  • Tesis, peran mahasiswa meningkat jadi 80%, sedangkan pembimbing hanya 20%
  • Disertasi, mahasiswa bertanggung jawab hampir sepenuhnya arround 90% dengan sedikit pendampingan dari pembimbing

4. Jumlah Rumusan Masalah

Salah satu indikator yang paling mudah dikenali. Skripsi biasanya punya 1-2 rumusan masalah, lalu tesis minimal 3 rumusan masalah, sedangkan disertasi bisa lebih dari itu.

5. Cara Pemaparan

Skripsi dominan dengan pemaparan deskriptif. Tesis dipaparkan secara analitis dan deskriptif. Sedangkan disertasi bersifat analitis, benar-benar mengupas tuntas permasalahan dari berbagai sudut.

Itulah beberapa perbedaan rinci dari ketiga karya ilmiah sesuai jenjang pendidikannya.Buat kamu yang masih di S1, nikmati proses skripsimu. Buat yang sudah di S2 atau S3, siap-siap dengan tantangan yang lebih besar. Yang paling penting, pahami dulu apa yang dituntut di setiap jenjang, lalu jalani dengan strategi yang tepat.



#skripsi #thesis #disertasi #penelitian