Pernah menulis tugas atau artikel sendiri, tetapi ketika di periksa menggunakan AI detector justru hasilnya menunjukan adanya kemungkinan tulisan di buat oleh AI? Kondisi ini tentu membuat kamu bingung apalagi kamu benar-benar tidak menggunakan AI pada saat proses penyusunan nya.
Tulisan asli manusia bisa saja terdeteksi sebagai tulisan AI, hal ini terjadi karena AI detector tidak membaca proses seseorang ketika menulis, melainkan hanya menganalisis pola tertentu dalam sebuah teks dan memeperkirakan apakah pola tersebut mirip tulisan AI atau tidak.
Kenapa Tulisan Sendiri Bisa Terdeteksi AI?
1. Struktur Kalimat Terlalu Rapi
Bukan berarti kamu tidak boleh menulis dengan struktur kalimat yang rapi, karena tulisan yang memiliki struktur yang rapi memang terlihat lebih mudah dibaca. Namun, struktur yang terlalu konsisten juga dapat menjadi salah satu karakteristik yang membuat sebuah teks dapat terindikasi AI.
Contohnya ketika hampir setiap paragraf memiliki pola yang sama: kalimat pembuka, penjelasan, contoh, kemudian kesimpulan. Jika pola tersebut terus diulang tulisan bisa terlihat sangat seragam.
IDN Times menyebutkan bahwa struktur kalimat yang terlalu rapi dan berulang sebagai salah satu alasan tulisan yang dibuat secara manual oleh manusia dapat terindikasi AI.
2. Menggunakan Bahasa yang Terlalu Formal
Pemilihan kata yang baku pada susunan kalimat yang teratur merupakan bagian standar dalam penulisan yang baik, tetapi ketika sebuah tulisan menggunakan pilihan kata yang sangat formal dan monoton dari awal sampai akhir, karakteristikan ya dapat terlihat mirip dengan pola teks yang dihasilkan oleh AI.
Technologi dalam artikelnya juga menceritakan pengalaman ketika tulisan yang dibuat sendiri oleh manusia cenderung formal mendapatkan skor AI yang cukup tinggi, penulis menduga karena gaya penulisan yang formal dan terstruktur menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pemeriksaan tersebut.
3. Pilihan Kata Kurang Bervariasi
Tulisan manusia biasanya memiliki variasi kosakata dan cara penyampaian yang lebih fleksibel, sebaliknya, tulisan yang menggunakan kata atau pola yang sama secara berulang akan terasa monoton.
Sebagai contoh jika dalam satu artikel kata “kemungkinan” digunakan berkali-kali dengan struktur kalimat yang hampir sama, tulisan akan terasa monoton.
Meskipun begitu, hal ini tidak berarti penulis harus menggunakan kata yang tidak formal, dalam penulisan akademik bahasa tetap perlu disesuaikan dengan kaidah yang berlaku.
4. Tulisan Minim Sentuhan Personal
Seorang penulis biasanya memiliki karakteristik tersendiri, ada yang cenderung menggunakan kalimat pendek, ada yang suka memberikan contoh, dan ada pula yang memiliki cara tertentu dalam gaya penulisannya. Ketika sebuah tulisan terasa lebih umum dan tidak ada lagi ciri khas penulisnya teks tersebut dapat dengan mudah terindikasi AI.
Dalam konteks karya ilmiah, “sentuhan personal” bukan berarti memasukan cerita pribadi ke setiap paragraf. Yang lebih penting adalah menunjukan pemahaman, analisis, dan cara berpikir melalui bahasa yang di buat.
Bagaimana Jika Tulisan Sendiri Terdeteksi AI?
1. Periksa kembali proses menulis
Simpan draft tulisan, sumber referensi, dan riwayat prubahan dokumen selama proses penulisan.
2. Pastikan sumber dan data jelas
Periksa kembali setiap informasi yang digunakan, pastikan data, kutipan, teori, maupun pernyataan yang ditampilkan berasal dari sumber lain dan telah dicantumkan dengan benar.
3. Tetap gunakan gaya penulisan yang sesuai
Jangan merubah karya tulis menjadi terlalu santai hanya karena takut mendapatkan hasil terindikasi AI dari AI detector.
Untuk karya ilmiah penggunaan bahasa formal tetap diperlukan. Yang terpenting adalah tulisan benar-benar mencerminkan pemahaman penulis.
4. Jangan jadikan AI detector sebagai patokan
Hasil AI detector sebaiknya dipahami sebagai salah satu indikator, bukan sebagai penentu tunggal mengenai siapa yang menulis sebuah teks.
Apakah Terdeteksi AI Berarti Tulisan Pasti Dibuat Oleh AI?
Tidak selalu, AI detector bekerja berdasarkan analisis terhadap karakteristik teks. Sistem tidak menyaksikan proses seseorang ketika mengetik, melakukan riset, atau menyusun paragraf.
Yang artinya, hasil pemeriksaan AI sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti mutlak bahwa seseorang menggunakan AI.
Kesimpulan
Tulisan sendiri bisa terdeteksi AI karena AI detector menilai karakteristik dan tidak menilai prosesnya, struktur kalimat yang terlalu konsisten, bahasa yang sangat formal, pilihan kata yang monoton, minimnya ciri khas penulis, hingga penggunaan informasi yang sangat umum dapat membuat tulisan terlihat mirip dengan teks AI.
Terdeteksi AI bukan berarti otomatis menggunakan AI, jika kamu benar-benar menulis sendiri, tetap fokus pada proses penulisan yang baik, penggunaan sumber yang jelas, serta tulisan dapat dipertanggungjawabkan.
FAQ
Apakah tulisan manusia bisa terdeteksi AI
Bisa, AI detector dapat menghasilkan false positive, yaitu ketika tulisan manusia justru diklasifikasikan sebagai tulisan yang kemungkinan dibuat AI.
Kenapa tulisan akademik sering terindikasi AI?
Tulisan akademik biasanya menggunakan bahasa formal, struktur yang teratur dan pola kalima yang kosisten. Karakteristik tersebut menyerupai pola yang dianalisis oleh AI detector.
Apakah hasil AI detector selalu akurat?
Tidak. Turnitin menyatakan bahwa sistem AI writing detection mereka tidak selalu akurat dan hasilnya perlu dipertimbangkan bersama penilain manusia serta konteks yang relevan.