Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Teknik ini bertujuan menyampaikan kembali ide dari sumber menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Jika dilakukan dengan kurang tepat, hasil parafrase tetap berisiko memiliki tingkat kemiripan yang tinggi atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman terhadap isi sumber.
Pengertian Parafrase
Parafrase adalah teknik menulis kambali sebuah ide, gagasan, atau infromasi dari suatu sumber menggunakan susunan kalimat dan gaya bahasa sendiri. Cara ini banyak digunakan dalam penulisan karya ilmiah untuk membantu penulis menyampaikan informasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
Beberapa orang sering menganggap parafrase hanya berarti mengganti kata dengan sinonim, padahal proses parafrase yang benar melibatkan pemahaman terhadap isi sumber yang digunakan. Dengan demikian tulisan menjadi lebih orisinal sekaligus tetap mempertahankan makna asli dari sumber yang digunakan.
Kesalahan Parafrase yang Sering Tidak Disadari
1. Hanya Mengganti Beberapa Kata dengan Sinonim
Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah penulis hanya mengganti beberapa sinonim, sementara struktur kalimatnya tidak di ubah, cara ini sering di anggap dapat menurunkan tingkat kemiripan, namun faktanya masih memiliki tingkat kemiripan yang tinggi.
Contoh:
"Teknologi digital memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan."
Menjadi
"Teknologi modern memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan."
Mesikipun terdapat perbedaan diksi namun susunan kalimatnya masih sama.
2. Mengubah Makna dari Sumber Asli
Parafrase dilakukan untuk menyampaikan kembali informasi dengan menggunakan gaya bahasa sendiri, bukan menciptakan informasi baru, masih banyak penulis yang tanpa sadar mengubah arti atau konteks dari isi sumber yang di dapat.
Hal ini mungkin terjadi karena penulis belum memahami isi dari sumber yang digunakan, untuk itu penting bagi penulis memahami isi sumber sebelum melakukan parafrase.
3. Tidak Mencantumkan Sumber
Sitasi wajib dicantumkan walaupun sudah melakukan parafrase pada karya ilmiah, meskipun gaya bahasa dan susunan kalimat sudah berbeda dari sumber asli namun ide yang digunakan tetap berasal dari karya orang lain.
Dengan mengabaikan sitasi dapat menimbulkan pelanggaran etika akademik dan berpotensi terjadi plagiarisme.
4. Susunan Kalimat Masih Terlalu Mirip
Selain mengganti gaya bahasa, dan beberapa kata, mengubah susunan kalimat juga merupakan hal yang penting, namun terkadang tanpa disadari penulis masih menuliskan struktur kalimat yang sama dengan sumber aslinya, meskipun pilihan katanya sudah berbeda karena pola penyampaiannya masih cenderung sama sehingga mengakibatkan tingkat kemiripan tetap tinggi.
Cara yang lebih baik adalah dengan menyusun ulang ide menggunakan alur penjelasan yang berbeda, bisa di ubah dari urutan informasi, menggabungkan beberapa kalimat, atau memecahnya menjadi satu kalimat panjang.
5. Terlalu Bergantung Pada Tools Parafrase
Dengan banyaknya tools parafrase saat ini yang dapat membantu mengubah susunan kalimat secara otomatis, hasil dari tools tersebut tidak selalu akurat dan sesuai dengan konteks informasi, jadi perlu adanya peninjauan ulang.
Dalam beberapa kasus, aplikasi parafrase menghasilkan kalimat yang terdengar kaku dan tak jarang sulit dimengerti manusia. Untuk itu gunakan tools parafrase sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan menulis.
6. Tidak Memahami Isi Teks Sebelum Memparafrase
Kesalahan berikutnya adalah langsung mengubah kalimat tanpa benar-benar memahami isinya. Akibatnya, penulis hanya fokus pada perubahan kata, bukan pesan yang ingin di sampaikan.
Padahal memahami sumber yang digunakan merupakan langkah awal dalam proses parafarse. Karena ketika penulis memahami inti pembahasan, akan lebih mudah dalam penyusunan kembali informasi menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah maknanya.
Baca Juga: Kenapa Parafrase Penting? Ini Alasannya
Tips Melakukan Parafrase yang Benar
- Pahami isi referensi terlebih dahulu
- Gunakan gaya bahasa sendiri
- Jangan merubah makna dari sumber asli
- Tetap cantumkan sitasi
- Periksa kembali hasil sitasi
Kesimpulan
Parafrase merupakan keterampilan penting dalam penulisan karya ilmiah yang tidak cukup dilakukan hanya dengan mengganti beberapa kata saja. Proses parafrase membutuhkan pemahaman terhadap sumber, kemampuan menyusun ulang kalimat, serta ketelitian dalam mencantumkan sitasi agar maknanya tidak berubah.
Dengan menghindari berbagai kesalahan yang telah dibahas, maka dapat menghasilkan karya tulis yang lebih orisinal, mudah di pahami, dan sesuai dengan prinsip integritas akademik.
Melakukan parafrase yang benar memang membutuhkan waktu dan ketelitian. Jika kamu membutuhkan bantuan untuk cek similarity, maupun parafrase, Manuru.id siap membantu melalui layanan akademik yang profesional.
FAQ
1. Apa kesalahan parafrase yang paling sering dilakukan?
Kesalahan yang paling umum adalah hanya mengganti beberapa kata dengan sinonim tanpa mengubah struktur kalimat atau memahami isi sumber secara menyeluruh.
2. Apakah hasil parafrase tetap harus mencantumkan sumber?
Ya. Meskipun menggunakan kalimat sendiri, ide yang disampaikan tetap berasal dari sumber asli sehingga sitasi tetap diperlukan untuk menjaga integritas akademik.
3. Apakah tools parafrase bisa digunakan untuk karya ilmiah?
Bisa, tetapi hanya sebagai alat bantu. Hasilnya tetap perlu diperiksa dan disunting kembali agar sesuai konteks, mudah dipahami, dan tidak mengubah makna.
4. Mengapa hasil parafrase masih memiliki similarity yang tinggi?
Hal ini dapat terjadi karena struktur kalimat masih terlalu mirip dengan sumber asli, pengguna istilah yang sama, atau situasi dan kutipan belum diterapkan dengan tepat.