Bingung cari metodologi yang pas buat penelitian kamu? Yuk, simak jenis metode penelitian secara lengkap disini beserta contohnya
Metodologi Penelitian Bukan Hanya Kuanti & Kuali
Banyak mahasiswa mengira metode penelitian hanya terdiri dari kuantitatif dan kualitatif. Padahal, metodologi penelitian terus berkembang. Selain kedua metode tersebut, ada juga mixed methods yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta berbagai pendekatan lain yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif merupakan pendekatan yang berfokus pada data numerik dan analisis statistik untuk mengukur serta menguji hipotesis.
Fakta Menarik Seputar Kuantitatif
Siapa sangka kalau metode kuantitatif ternyata masih mendominasi di beberapa bidang. Mengutip dari jurnal Garuda bahwa terdapat sebuah studi terhadap 120 artikel jurnal akuntansi terakreditasi di Indonesia periode 2019-2024 menunjukkan bahwa metode kuantitatif mendominasi dengan persentase mencapai 78,3%. Sementara itu, metode kualitatif hanya 15,0% dan metode campuran hanya 6,7%.
Tapi di sisi lain, dominasi kuantitatif ini nggak berlaku di semua bidang. Dalam kajian jurnalisme di Indonesia periode 2001-2020, justru artikel dengan metode kualitatif yang mendominasi dibandingkan kuantitatif dan mix method. Bahkan, dalam dua dekade tersebut, hanya sekali jumlah artikel kuantitatif yang melampaui artikel kualitatif, yaitu pada tahun 2002. Menarik, kan? Ternyata peta metodologi penelitian di Indonesia itu beragam banget, tergantung bidang ilmunya.
Metode Kualitatif
Metode kualitatif lebih menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena melalui observasi, wawancara, dan analisis teks.
Baca juga: Kualitatif atau Kuantitatif? Pahami Bedanya
Fakta Menarik Seputar Kualitatif
Meskipun sering dianggap "kurang ilmiah" oleh sebagian orang karena nggak bisa digenaralisasi, penelitian kualitatif punya kekuatan tersendiri. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap pengalaman, emosi, hingga perspektif yang kurang bisa di explore kuantitatif.
Bahkan sekarang, pendekatan kualitatif berkembang ke arah yang lebih kreatif. Universitas Airlangga misalnya, pernah mengadakan seminar tentang metode penelitian berbasis seni (arts-based research) seperti seni visual, seni pertunjukan, dan seni tulis. Ada juga metode kolase yang diangkat sebagai teknik penelitian multidimensional dan lintas disiplin. Peneliti dari University of Edinburgh juga memperkenalkan pendekatan riset kreatif dengan instrumen visual seperti gambar dan fotografi, serta pendekatan performatif seperti drama dan bermain peran. Jadi, penelitian kualitatif itu nggak melulu wawancara dan observasi, lho! Menarik kan?
Metode Campuran (Mix Method)
Rata-rata mahasiswa jarang ambil metodologi ini karena dianggap ribet dan takut lama lulus, padahal kan belum tentu. Metode campuran atau mixed methods adalah pendekatan yang menggabungkan dan mengintegrasikan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi penelitian. Pendekatan ini muncul sebagai solusi metodologis untuk memahami fenomena kompleks dengan menggabungkan kekuatan data angka dan pemahaman kontekstual.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan, peneliti bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh terhadap fenomena yang diteliti, menggabungkan statistik dengan pemahaman kontekstual dan interpretatif.
Fakta Menarik Seputar Mix Method
Metode campuran ternyata semakin populer di dunia akademik. Sebuah studi kolaboratif dari Northern Illinois University yang menganalisis 2.380 artikel dari 10 jurnal teknologi pendidikan terkemuka menemukan bahwa mixed methods research mencakup 12% dari seluruh artikel yang dipublikasikan.
Namun, meskipun popularitasnya meningkat, sebuah survei tahun 2025 menunjukkan bahwa keragaman metode yang digunakan justru menurun secara signifikan sejak 2002. Artinya, meskipun semakin banyak peneliti yang menggunakan metode campuran, variasi di dalamnya justru semakin sempit. Ini jadi tantangan tersendiri bagi akademisi untuk terus mengembangkan dan mendiversifikasi pendekatan metodologi.
Sedangkan di Indonesia sendiri, dilansir dari jurnal Garuda, penggunaan metode campuran masih tergolong rendah. Dalam penelitian akuntansi misalnya, hanya 6,7% artikel yang menggunakan pendekatan campuran. Tapi trennya mulai meningkat, terutama pada topik-topik yang kompleks dan multidimensi.
FAQ
1. Metode campuran (mix method) itu ribet nggak sih?
Secara teknis, metode campuran memang lebih kompleks karena kamu harus menguasai dua pendekatan sekaligus. Tapi justru di situlah keseruannya, kamu bisa dapat gambaran yang lebih utuh. Mulai aja dari desain yang sederhana, misalnya desain konvergen di mana kamu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara terpisah lalu membandingkan hasilnya.
2. Kapan baiknya metode campuran digunakan?
Metode ini cocok dipakai kalau pertanyaan penelitian kamu butuh pemahaman yang lebih komprehensif, yang nggak bisa didapatkan hanya dari satu pendekatan saja. Misalnya, saat kamu ingin mengukur efektivitas suatu program (kuantitatif) sekaligus menggali pengalaman peserta terhadap program tersebut (kualitatif).