Bertanya saat kuliah merupakan salah satu cara untuk memastikan materi yang dipelajari benar-benar dipahami. Namun, terkadang mahasiswa sudah mengetahui bagian yang membuat bingung tetapi kesulitan mengubahnya menjadi pertanyaan yang bisa dipahami dosen.
Pertanyaan yang jelas tidak harus panjang atau menggunakan istilah yang rumit. Kamu cukup menunjukkan bagian yang belum dipahami, memberikan konteks seperlunya, lalu mengarahkan pertanyaan pada satu hal yang ingin diklarifikasi. Berikut cara menyusun pertanyaan agar lebih mudah dijawab.
1. Tentukan Bagian yang Belum Dipahami
Sebelum bertanya, coba tentukan terlebih dahulu bagian materi yang membuatmu bingung. Hindari langsung mengatakan bahwa seluruh materi tidak dipahami karena dosen akan lebih sulit mengetahui bagian mana yang perlu dijelaskan kembali.
Misalnya, kamu memahami konsep dasarnya tetapi belum memahami cara menerapkannya pada kasus tertentu. Bagian itulah yang sebaiknya menjadi fokus pertanyaan.
2. Berikan Konteks Singkat
Pertanyaan akan lebih mudah dipahami jika dosen mengetahui materi atau pembahasan yang sedang kamu maksud. Kamu tidak perlu mengulang seluruh penjelasan dosen, cukup sebutkan konsep atau bagian yang berkaitan.
Contohnya, kamu dapat mengatakan, “Pada bagian yang membahas metode penelitian tadi...” sebelum menyampaikan hal yang masih membingungkan. Konteks singkat seperti ini membantu memperjelas arah pertanyaan.
3. Jelaskan Bagian yang Sudah Dipahami Jika Diperlukan
Jika ada bagian materi yang sudah kamu pahami, kamu dapat menyebutkannya secara singkat. Hal ini membantu dosen mengetahui sejauh mana pemahamanmu dan bagian mana yang masih perlu diperjelas.
Misalnya, “Saya memahami bahwa metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan data, tetapi saya masih bingung kapan metode ini sebaiknya dipilih.” Pertanyaan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas dibandingkan hanya mengatakan bahwa kamu tidak memahami materinya.
4. Fokus pada Satu Hal yang Ingin Diklarifikasi
Satu pertanyaan sebaiknya memiliki satu fokus utama. Jika terdapat beberapa hal yang ingin ditanyakan, pisahkan menjadi beberapa pertanyaan agar setiap bagian dapat dibahas dengan lebih jelas.
Pertanyaan yang terlalu panjang dan memuat banyak persoalan sekaligus dapat membuat inti kebingungan menjadi kurang terlihat. Dengan memisahkan fokus, jawaban yang diberikan juga lebih mudah diikuti.
5. Hindari Pertanyaan yang Terlalu Umum
Pertanyaan seperti “Saya tidak paham materi ini, Pak” belum menunjukkan bagian mana yang sebenarnya menjadi masalah. Dosen akhirnya perlu mencari tahu terlebih dahulu apa yang belum kamu pahami.
Coba ubah menjadi pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya “Saya memahami konsep X, tetapi masih bingung mengapa konsep tersebut dapat digunakan dalam kondisi Y?” Dengan bentuk seperti ini, dosen dapat langsung mengarahkan penjelasan pada bagian yang kamu perlukan.
Contoh Mengubah Pertanyaan agar Lebih Jelas
Pertanyaan yang masih terlalu umum dapat diperjelas dengan menambahkan konteks dan bagian yang ingin diklarifikasi.
Kurang spesifik:
“Pak, saya tidak paham materi ini.”
Lebih jelas:
“Saya memahami konsep X, tetapi masih bingung mengapa konsep tersebut digunakan dalam kondisi Y. Apa yang membedakannya dengan kondisi lainnya?”
Contoh tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan yang baik tidak harus panjang. Yang penting, dosen dapat mengetahui materi yang dimaksud, bagian yang sudah dipahami, dan hal yang masih ingin kamu ketahui.
Kesimpulan
Cara menyusun pertanyaan yang jelas saat kuliah dapat dimulai dengan menentukan bagian yang belum dipahami, memberikan konteks singkat, dan menjelaskan pemahaman yang sudah dimiliki jika diperlukan. Setelah itu, arahkan pertanyaan pada satu hal tertentu dan hindari pertanyaan yang terlalu umum.
Dengan membiasakan diri merumuskan pertanyaan secara spesifik, kamu tidak hanya membantu dosen memberikan jawaban yang lebih tepat. Kamu juga menjadi lebih mudah mengenali bagian materi yang sebenarnya belum kamu pahami.
FAQ
Bagaimana cara bertanya yang jelas saat kuliah?
Sebutkan bagian materi yang belum dipahami, berikan konteks singkat, lalu fokuskan pertanyaan pada satu hal.
Apakah pertanyaan saat kuliah harus panjang?
Tidak. Pertanyaan yang singkat tetapi spesifik justru lebih mudah dipahami.
Apa contoh pertanyaan yang terlalu umum?
“Saya tidak paham materi ini” merupakan contoh pertanyaan yang belum menunjukkan bagian yang ingin diklarifikasi.
Mengapa konteks penting saat bertanya?
Konteks membantu dosen mengetahui materi yang dimaksud dan mengarahkan jawaban pada bagian yang belum dipahami.