Karya Ilmiah

Cara Membuat Latar Belakang yang Menarik

Bingung membuat latar belakang? Simak cara menyusun latar belakang secara runtut mulai dari kondisi ideal, fakta, gap, hingga masalah penelitian.

10 Agustus 2026 Annisa Nur Khasanah ยท SEO Article Writer 3 menit baca
Cara Membuat Latar Belakang yang Menarik

Latar belakang menjadi salah satu bagian penting dalam karya ilmiah karena pada bagian ini terdapat penjelasan terkait mengapa suatu topik perlu untuk dibahas atau diteliti, melalui latar belakang, pembaca dapat memahami masalah yang diangkat, kondisi yang terjadi, serta alasan penelitian penting untuk dilakukan.

Menulis latar belakang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa. Sudah memiliki topik, tetapi bingung harus memulai paragraf pertama dari mana. Ada juga yang menulis terlalu luas, memasukkan banyak informasi yang tidak berkaitan, atau langsung menyebut masalah tanpa memberikan konteks yang cukup. Padahal, latar belakang yang baik tidak harus panjang. Hal yang lebih penting adalah tulisan tersebut memiliki alur yang jelas, didukung fakta atau referensi yang relevan, dan mampu mengarahkan pembaca menuju masalah yang akan dibahas. Berikut penjelasan bagaimana cara membuat latar belakang yang menarik dan mudah di pahami?

Cara Membuat Latar Belakang yang Menarik

1. Tentukan Topik yang Akan Dibahas

Topik menjadi dasar untuk menentukan informasi apa saja yang perlu dimasukkan. Semakin jelas topiknya, semakin mudah kamu menentukan arah latar belakang. Jadi sebelum menulis latar belakang, pastikan kamu sudah mengetahui topik yang ingin dibahas.

Misalnya kamu ingin membahas topik terkait "Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa." Dari topik tersebut, kamu bisa mulai mencari informasi mengenai penggunaan media sosial, perkembangan media sosial dalam pendidikan, hingga bagaimana mahasiswa memanfaatkannya sebagai media pembelajaran.

2. Jelaskan Kondisi Ideal

Setelah menentukan topik, kamu bisa menjelaskan terlebih dahulu kondisi yang seharusnya terjadi. Misalnya, jika penelitian membahas penggunaan media sosial dalam pembelajaran, kamu dapat menjelaskan bahwa teknologi digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

3. Tunjukkan Masalah atau Kesenjangan

Setelah pembaca memahami kondisi ideal dan kondisi nyata, jelaskan masalah atau kesenjangan (gap) yang muncul.

Contoh:

Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa semakin tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai sarana pembelajaran belum sepenuhnya optimal.

Kalimat tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi yang diharapkan dan kondisi yang terjadi.

Menurut UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, aspek empiris dalam latar belakang dapat menunjukkan ketimpangan atau gap antara kondisi ideal dan kondisi nyata. Gap tersebut kemudian menjadi dasar munculnya permasalahan yang akan diangkat.

4. Gunakan Data dan Referensi yang Relevan

Membuat latar belakang harus menggunakan data, teori, atau informasi dari sumber terpercaya untuk dapat mendukung pernyataan yang dibuat dalam karya ilmiah, bukan hanya sekedar berdasarkan pendapat pribadi.

5. Hubungkan dengan Penelitian Sebelumnya

Adanya penelitian terdahulu dapat membantu memperkuat latar belakang, jangan asal memasukkan semua penelitian yang di dapat, pilihlah penelitian yang benar-benar berkaitan dengan topik pembahasan.

Hal ini penting karena penelitian terdahulu dapat membantu menunjukkan perkembangan pengetahuan sekaligus melihat apakah topik yang akan diangkat masih relevan untuk diteliti.

6. Kerucutkan Pembahasan Menuju Masalah Utama

Setelah menjelaskan konteks, data, fenomena, dan penelitian terdahulu, arahkan pembahasan secara perlahan menuju masalah utama. Salah satu pola yang dapat digunakan adalah piramida terbalik, yaitu memulai pembahasan dari hal yang umum kemudian semakin mengerucut menuju objek dan masalah yang spesifik.

Pola ini dapat dimulai dari gambaran umum, kemudian mengarah pada fakta dan data empiris, sebelum akhirnya mengerucut pada masalah serta alternatif penyelesaiannya

7. Arahkan ke Tujuan dan Fokus Penelitian

Dibagian akhir sebaiknya arahkan pembaca kepada fokus penelitian. Tidak perlu memasukkan seluruh pembahasan metode secara panjang. Cukup berikan gambaran mengenai arah penelitian agar hubungan antara latar belakang dan bagian berikutnya tetap jelas.

Ciri-Ciri Latar Belakang yang Baik

  • Memiliki Alur yang Jelas
  • Didukung Data atau Referensi
  • Menunjukkan Gap
  • Menggunakan Bahasa Ilmiah
  • Mengarah pada Penelitian

Kesimpulan

Cara membuat latar belakang yang menarik sebenarnya bukan dengan menggunakan kalimat yang rumit atau membuat tulisan sepanjang mungkin. Kuncinya adalah menyusun informasi secara runtut dan mampu menunjukkan alasan mengapa suatu masalah penting untuk dibahas atau diteliti.

Kamu bisa memulainya dengan menjelaskan topik secara umum, menggambarkan kondisi ideal, menunjukkan kondisi nyata, memasukkan data dan penelitian terdahulu, menemukan gap, kemudian mengerucutkannya pada masalah utama dan arah penelitian.

FAQ

1. Apa yang harus ditulis pertama kali dalam latar belakang?

Mulailah dengan memberikan gambaran umum mengenai topik yang akan dibahas. Setelah itu, arahkan pembahasan secara bertahap menuju masalah yang lebih spesifik.

2. Apakah latar belakang harus menggunakan data?

Data atau fakta sangat membantu memperkuat latar belakang, terutama ketika digunakan untuk menunjukkan kondisi nyata dan mendukung adanya masalah. Namun, gunakan data yang relevan dengan topik.

3. Apa yang dimaksud gap dalam latar belakang?

Gap adalah kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi yang sebenarnya terjadi. Kesenjangan ini dapat menjadi dasar untuk menentukan masalah yang akan diteliti.



#latar belakang #cara membuat latar belakang #latar belakang penelitian #karya ilmiah #mahasiswa #penelitian