Sitasi membantu pembaca mengetahui asal informasi dan gagasan yang digunakan dalam skripsi. Namun, bukan berarti setiap kalimat harus selalu disertai rujukan karena ada perbedaan antara informasi dari sumber lain, analisis penulis, dan pengetahuan umum.
Lalu, informasi seperti apa yang perlu diberi sitasi dan mana yang tidak selalu membutuhkannya? Memahami perbedaan ini membantu mahasiswa mencantumkan rujukan secara tepat tanpa melewatkan sumber penting.
Informasi Apa Saja yang Perlu Diberi Sitasi?
Informasi yang berasal dari karya atau pemikiran orang lain umumnya perlu diberi rujukan. Hal ini mencakup kutipan langsung, parafrasa, ringkasan, data, teori, dan temuan penelitian.
1. Kutipan, Parafrasa, dan Ringkasan
Kalimat yang diambil secara langsung dari sumber perlu diberi penanda kutipan dan sitasi sesuai gaya penulisan. Gagasan yang ditulis ulang menggunakan kata-kata sendiri atau dirangkum juga tetap perlu dirujuk karena asal pemikirannya bukan dari penulis skripsi.
Mengubah susunan kalimat tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengakui sumber.
2. Data, Statistik, dan Temuan Penelitian
Angka, statistik, hasil eksperimen, serta temuan yang diperoleh dari penelitian terdahulu perlu disertai sumber. Rujukan membantu pembaca memeriksa asal data dan memahami konteksnya.
Jika data diperoleh melalui publikasi lain, telusuri sumber aslinya apabila memungkinkan agar informasi yang digunakan tidak terlepas dari konteks.
3. Teori, Konsep, dan Pendapat Khusus
Teori, konsep, model, atau pendapat yang dikembangkan oleh penulis tertentu perlu diberi sitasi ketika digunakan untuk membangun landasan teori atau mendukung argumen.
Hal yang sama berlaku ketika skripsi membandingkan beberapa pandangan akademik. Pembaca perlu mengetahui pemikiran siapa yang sedang dibahas agar dapat menelusuri sumbernya.
4. Informasi Khusus dan Materi dari Pihak Lain
Informasi yang tidak termasuk pengetahuan umum dan berasal dari sumber tertentu sebaiknya diberi sitasi. Contohnya dapat berupa hasil survei khusus, laporan lembaga, definisi operasional dari publikasi tertentu, serta gambar atau grafik yang diambil maupun diadaptasi dari karya lain.
Informasi Apa yang Tidak Selalu Membutuhkan Sitasi?
Tidak semua informasi dalam skripsi harus disertai sitasi. Beberapa pernyataan dapat ditulis tanpa rujukan khusus selama tidak mengambil gagasan atau informasi unik dari sumber lain.
1. Pengetahuan Umum
Pengetahuan umum adalah informasi yang secara luas diketahui atau diterima oleh pembaca yang relevan tanpa perlu ditunjukkan sumber khusus. Namun, batasnya dapat berbeda menurut bidang kajian dan konteks penulisan.
Jika suatu fakta bersifat khusus, tidak mudah diverifikasi, atau membutuhkan bukti tertentu, sebaiknya cantumkan sumber yang mendukungnya.
2. Analisis dan Interpretasi Penulis Sendiri
Analisis yang benar-benar dikembangkan oleh penulis berdasarkan data atau hasil penelitian sendiri tidak selalu memerlukan sitasi untuk setiap kalimat. Namun, jika analisis menggunakan teori, konsep, atau temuan dari penulis lain, sumber yang mendasarinya tetap perlu dicantumkan.
Penting untuk membedakan hasil pemikiran sendiri dari gagasan yang diadopsi atau dikembangkan berdasarkan literatur.
3. Penjelasan tentang Penelitian yang Dilakukan Sendiri
Uraian mengenai kegiatan yang benar-benar dilakukan penulis, seperti proses pengumpulan data atau langkah analisis sendiri, dapat dijelaskan sebagai bagian dari laporan penelitian.
Namun, jika prosedur tersebut mengadaptasi metode, instrumen, atau protokol dari penelitian terdahulu, sumber yang menjadi dasar adaptasi perlu disebutkan.
Cara Menentukan Apakah Informasi Perlu Disitasi
Saat memeriksa skripsi, ajukan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah informasi ini berasal dari sumber lain? Jika ya, cantumkan rujukan yang sesuai.
- Apakah ini kutipan, parafrasa, atau ringkasan? Jika ya, sumber tetap perlu disebutkan.
- Apakah pernyataan ini memuat data, teori, atau temuan khusus? Periksa dan cantumkan sumber yang mendukungnya.
- Apakah informasi ini benar-benar pengetahuan umum? Pertimbangkan bidang kajian dan pembaca yang dituju.
- Apakah ini analisis saya sendiri? Pastikan analisis tidak menyamarkan gagasan atau teori yang berasal dari orang lain.
Jika masih ragu, telusuri asal informasi dan periksa pedoman penulisan yang digunakan.
Kesimpulan
Tidak semua informasi dalam skripsi harus selalu diberi sitasi. Kutipan langsung, parafrasa, ringkasan, data, teori, temuan, serta informasi khusus dari sumber lain perlu dirujuk, sedangkan pengetahuan umum dan analisis asli penulis tidak selalu memerlukan sitasi khusus.
Hal yang penting adalah memastikan pembaca dapat membedakan informasi yang berasal dari sumber lain dan pemikiran penulis sendiri. Jika batasnya tidak jelas, periksa kembali asal informasi dan gunakan rujukan ketika diperlukan.
FAQ
Apakah analisis sendiri harus diberi sitasi?
Analisis asli penulis tidak selalu memerlukan sitasi khusus, tetapi teori, data, atau gagasan dari sumber lain yang digunakan tetap perlu dirujuk.
Apakah fakta yang ditemukan di banyak situs tidak perlu disitasi?
Belum tentu. Jika fakta tersebut merupakan pengetahuan umum, sitasi khusus mungkin tidak diperlukan. Namun, data atau temuan khusus tetap perlu dirujuk.
Apakah parafrasa termasuk informasi yang harus diberi sitasi?
Ya. Parafrasa menyampaikan kembali gagasan dari sumber lain sehingga sumber aslinya tetap perlu dicantumkan.