Menurut Wikipedia GPTZero adalah sebuah
perangkat lunak untuk mendeteksi kecerdasan buatan yang dikembangkan guna
mengidentifikasi teks yang dihasilkan secara buatan, seperti chat GPT, Gemini,
dan sebagainya.
Dengan berkembangnya era teknologi AI, semakin banyak orang memanfaatkannya untuk membantu proses penulisan baik itu artikel, tugas, hingga karya tulis ilmiah. Salah satu alat yang kini cukup populer adalah GPTZero, platform ini banyak digunakan oleh mahasiswa, penulis, hingga instansi pendidikan untuk membantu menilai apakah sebuah teks memiliki karakteristik yang menyerupai hasil AI atau tidak.
Sejarah GPTZero
GPTZero pertama kali diluncurkan pada tahun
2023 yang di kembangkan seorang mahasiswa asal Universitas Princeton bernama
Edward Tian. Sebagai jawaban atas banyakanya kekhawatiran terhadap penggunaan
AI dalam tindakan plagiarisme di
dunia akademik.
Pada awal peluncuranya terdapat 30.000 pengguna yang mengakibatkan sistem mengalami crash. Dan pada juli 2024 terdapat kurang lebih 4 juta pengguna dan mampu mengumpulkan dana sekitar $10 juta.
Superhuman, sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak email bertenaga AI untuk produktivitas dan otomatisasi alur kerja, membuat pengumuman bahwa mereka telah mengakusisi GPTZero pada juni 2026.
Tampilan GPTZero sumber: https://share.google/uDQbqoeIJbRIgEaNc
Bagaimana Cara Kerja GPTZero?
GPTZero merupakan AI detector yang dikembangkan untuk menganalisis teks dan memperkirakan kemungkinan apakah teks tersebut ditulis oleh manusia atau AI, secara sederhana alat in bekerja dengan menganalisis karakteristik bahasa pada sebuah dokumen dengan memperhatikan beberapa aspek seperti berikut:
1. Menganalisis
Pola Bahasa
Dengan mempelajari bagimana kalimat disusun, pilihan kata yang digunakan, serta pola penulisan dalam sebuah teks, yang selanjutnya dibandingkan dengan pola umum yang ditemukan pada hasil AI
2. Menggunaka
Perplexity
Perplexity menggambarkan seberapa mudah suatu kata atau kalimat diprediksi, umumnya tulisan yang dihasilkan manusia memiliki variasi yang lebih banyak di bandingkan buatan AI yang cenderung monoton.
3. Mengukur
Burstiness
Burstiness menunjukan variasi panjang dan stukrut kalimat dalam sebuah tulisan. Manusia menulis dengan kalimat pendek dan panjang yang beragam, sedangkan AI lebih seragam.
4. Menampilkan
Hasil Analisis
Setelah seluruh proses selesai, GPTZero akan memberikan laporan hasil identifikasi karakteristik teks yang di unggah. Hasil ini merupakaan perkiraan berdasarkan analisis terhadap pola tulisan.
Kelebihan dan Kekurangan GPTZero
|
Kelebihan |
Kekurangan |
|
Mudah digunakan tanpa proses yang
rumit. |
Hasil analisis tidak selalu akurat. |
|
Antarmuka sederhana sehingga cocok
untuk berbagai pengguna. |
Masih terdapat kemungkinan false
positive maupun false negative. |
|
Mampu menganalisis berbagai jenis
teks. |
Tidak dapat dijadikan satu-satunya
dasar dalam mengambil keputusan. |
|
Membantu proses evaluasi awal terhadap
dokumen. |
Akurasi dapat dipengaruhi oleh panjang
dan jenis teks yang dianalisis. |
FAQ
1. Apa
fungsi utama GPTZero?
Fungsi utama GPTZero digunakan untuk membantu memperkirakan apakah suatu teks memiliki kemiripian dengan tulisan AI atau tidak.
2. Apakah
GPTZero Gratis?
GPTZero menyediakan layanan gratis dengan penggunaan tertentu.
3. Siapa
yang menggunakan GPTZero?
GPTZero banyak digunakan oleh tenaga pendidik, mahasiswa, penulis, editor, hingga instansi tertentu.
4. Apakah
hasil GPTZero selalu benar?
Tidak. Hasil GPTZero bersifat indikatif dan
sebaiknya digunakan bersama informasi pendukung lainnya.